11 Juli 2012

Dengan Istilah "Militan" yang Disematkan Barat, Negara Penjajah dan Anteknya Halal Membunuh Siapa Pun, 12 Tewas di Pakistan

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
Dengan Istilah "Militan" yang Disematkan Barat, Negara Penjajah dan Anteknya Halal Membunuh Siapa Pun, 12 Tewas di Pakistan


Syabab.Com - Negara penjajah Amerika Serikat mempopulerkan istilah militan, dan dengan label inilah AS sesuka hati membunuh kaum Muslim. Hal itu dilakukan secara terang-terangan di negeri Muslim dan dibiarkan oleh para penguasa Muslim setempat.
Baru-baru ini, para pejabat intelijen Pakistan mengatakan bahwa pesawat tak berawak AS membunuh  sedikitnya 12 tersangka "militan" pada hari Jum’at (6/7) ketika mereka menembakkan rudal di sebuah kompleks perumahan di Pakistan dekat perbatasan dengan Afghanistan.

Para pejabat itu menyebutkan bahwa jumlah korban meninggal dalam serangan yang terjadi di Datta Khel, Waziristan Utara itu bisa saja bertambah.

Kebanyakan warga Pakistan mengatakan bahwa serangan pesawat tanpa awak yang banyak membunuh warga sipil adalah pelanggaran terhadap kedaulatan Pakistan. Serangan-serangan ini adalah salah satu dari beberapa faktor yang menyebabkan tegangnya hubungan antara Amerika Serikat dan Pakistan.

Washington dan Islamabad telah memecahkan salah satu perselisihan paling sulit pekan ini, ketika Menlu AS Hillary Clinton meminta maaf atas serangan udara yang menewaskan 24 tentara Pakistan pada November tahun lalu. Anehnya, alih-alih para penguasa setempat mengusir sang pembunuh, namun hingga hari ini terus menerus menerima muka sang penjajah.

CIA melakukan serangan secara intensif dengan menggunakan pesawat tak berawak di wilayah Waziristan Utara dalam beberapa minggu terakhir di suatu daerah yang dianggap sebagai kubu kelompok "ekstrimis", yang sering menyerang pasukan AS dan sekutunya di Afghanistan. Di mana pada hari Ahad (1/7) delapan orang tewas di wilayah tersebut dalam sebuah serangan pesawat tak berawak.

Demikianlah, istilah "ekstrimis" dan "militan" yang diciptakan oleh Barat seolah telah menjadikan pembunuhan Amerika Serikat di negeri Muslim atas kaum Muslim menjadi legal. Ini telah menjadi politik negara penjajah untuk melegalkan tindakan pembunuhannya dan memalingkan dunia agar tidak menyalahkan tindakan Amerika Serikat yang nyata-nyata telah menjajah negeri Kaum Muslim.

Di Indonesia, selama bertahun-tahun dijajah Belanda, maka penjajah Belanda menciptakan istilah "ekstrimis" kepada kaum Muslim yang berjuang melawan penjajah Belanda. Hal serupa terjadi dalam penjajahan di abad modern oleh negara penjajah abad ini, Amerika Serikat, seringkali menciptakan istilah-istilah yang memungkinkan kaum Muslim dan dunia menganggap hal wajar atas pembunuhan atas kaum Muslim itu.

Ini sangat jelas, bahwa kaum Muslim sudah seharusnya tidak membiarkan pembunuhan atas kaum Muslim terus terjadi. Berjabat tangan dengan negara pembunuh kaum Muslim hari ini merupakkan sebuah pengkhianatas atas Islam dan kaum Muslim. Maka sudah seharusnya kaum Muslim bahu membahu bersatu mewujudkan kembali kekuasaan di bawah naungan Khilafah, satu-satunya institusi sah atas kaum Muslim yang akan membebaskan umat Islam dan negeri-negeri Muslim dari cengkraman penjajah. Maka bergeraklah tanpa kekerasan untuk mewujudkannya. Allahu Akbar! [m/ara.reuters/htipress/syabab.com]

Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements