30 Januari 2010

Rantai Kasih | Cerita Renungan

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
Dari:
Julian Patra 'Iyan'
Kepada:
Anggota Pecinta Kisah Nyata, Cerita Motivator, Kisah Renungan dan Info
Penting IV

Pesan:
Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang
berdiri kebingungan di pinggir jalan. Meskipun hari agak gelap, pria
itu dapat melihat bahwa sang nyonya sedan membutuhkan pertolongan.
Maka pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan
keluar menghampirinya. Mobil Pontiac-nya masih menyala ketika pria itu
mendekati sang nyonya.
Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan. Tak ada
seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini.. Apakah pria
ini akan melukainya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin
dan kelaparan.
Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri
di sana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu.
Ketakutan itu membuat sang nyonya tambah kedinginan.
Kata pria itu, "Saya di sini untuk menolong anda, Nyonya. Masuk ke
dalam mobil saja supaya anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama saya
Bryan Anderson."

Wah, sebenarnya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita
lanjut seperti dia, kejadian itu cukup buruk. Bryan merangkak ke bawah
bagian sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama
mendongkrak itu beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia
dapat mengganti ban itu. Namun akibatnya ia jadi kotor dan tangannya
terluka.
Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu
menurunkan kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia
mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya
sedang lewat di jalan ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan
pria itu.

Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu. Sang
nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar sebagai ungkapan terima
kasihnya. Berapapun jumlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya
itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi
seandainya pria itu tak menolongnya.

Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang
lain tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan, dan
Tuhan mengetahui bahwa banyak orang telah menolong dirinya pada waktu
yang lalu. Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah
ia berbuat hal sebaliknya.

Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seandainya ia ingin
membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat
seseorang yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang
dibutuhkan kepada orang itu, dan Bryan menambahkan, "Dan ingatlah
kepada saya."
Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu. Hari
itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman
ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja.

Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe
kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil, dan
menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah. Restoran itu nampak agak
kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua.
Pemandangan di sekitar tempat itu sangat asing baginya.
Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk
mengelap rambut wanita itu yang basah. Pelayan itu tersenyum manis
meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang
hari. Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir
delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya
mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran. Wanita
lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat
memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti
dirinya. Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan .
Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang
kertas $ 100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang
kembalian kepada wanita itu. Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali
wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung kemana perginya wanita
itu. Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu.
Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis
wanita itu: "Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya. Saya juga
pernah ditolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal
yang sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas
kebaikan saya, inilah yang harus engkau lakukan: 'Jangan biarkan
rantai kasih ini berhenti padamu..'"
Di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi.
Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang
harus diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu
memutuskan untuk melakukannya esok hari saja. Malam itu ketika ia
pulang ke rumah dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang. Ia
memikirkan tentang uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita
itu. Bagaimana wanita baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang
yang ia dan suaminya butuhkan? Dengan kelahiran bayinya bulan depan,
sangat sulit mendapatkan uang yang cukup.
Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan ketika
suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan
ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan, "Segalanya akan beres.
Aku mengasihimu, Bryan Anderson!"
Ada pepatah lama yang berkata, "Berilah maka engkau diberi."

Hari ini saya mengirimkan kisah menyentuh ini dan saya harapkan anda
meneruskannya. Biarkan terang kehidupan kita bersinar. Jangan hapus
kisah ini, jangan biarkan saja! Kirimkan kepada teman-teman anda!
Teman baik itu seperti bintang-bintang di langit. Anda tidak selalu
dapat melihatnya, namun anda tahu mereka selalu ada.
Yuks, kita bagikan kebaikan hari ini pada 1 orang saja, semoga rantai
ini tidak akan pernah terputus.

percayalah, energi positif itu sifatnya menular

Source : From Email Arbiarto
******************
klo ada comment boleh di tulis di wall grup ini, caranya
1. Judul Artikel
2. Testi tentang artikel tersebut
3. Testi tentang grup ini
4. Kumpulkan Point Privilege Member kalian (Info klik
http://www.facebook.com/group.php?v=app_2373072738&gid=245175708113#/topic.php?uid=245175708113&topic=11836)
thx
<!Y@N>


Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements