02 Februari 2010

Amalan Hati Ketika Membaca Al-Qur'an | Qalbun Salim

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
Dari:
Debyan Haji Prastyo
Kepada:
Anggota QOLBUN SALIM

Pesan:
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Apa kabar temen-temen? Semoga selalu dalam selimut Rahmat cinta-Nya.
Salam serta shalawat semoga tetap kepada Nabi Muhammad Shallallahu
'alaihi wasallam beserta keluarga dan sahabatnya.
Kali ini kita akan melanjutkan bahasan tentang;
# Amalan Hati Ketika Membaca Al-Qur'an.
Hendaknya Al-Qur'an di baca dengan penuh pengagungan dan renungan
karena sesungguhnya Allah Subhanahu wata'ala telah memberikan
pemahaman kepada makhluk-makhluk-Nya melalui huruf-huruf dan
suara-suara yang terkandung di dalam Al-Qur'an yang merupakan gambaran
dari sifat-sifat-Nya.
Bagaimanakah sifat-sifat-Nya dapat diketahui dari itu semua? Kalau
saja kesempurnaan kalam-Nya tidak terbungkus dalam huruf-huruf
tersebut, maka kalam dari singgasana Allah tidak akan terdengar.
Tetapi, walaupun kalam dari singgasana Allah itu tidak terdengar, hal
itu tidak akan menghilangkan kebesaran kekuasaan-Nya dan kesucian
cahaya-Nya.

Kalau saja Allah tidak memberi kekuatan kepada Nabi Musa Alaihissalam,
niscaya Nabi Musa tidak akan mampu mendengar kalam Allah subhanahu
wata'ala, sebagaimana gunung yang tidak kuat memikul beban cahaya
Allah sehingga gunung itu hancur.
Di samping itu, seorang pembaca Al-Qur'an hendaknya mengagungkan Allah
Subhanahu wata'ala di dalam hatinya, seakan-akan Allah sedang
berbicara langsung kepadanya dengan kalam-Nya tersebut. Hati pun
selayaknya seakan hadir untuk Al-Qur'an dengan meninggalkan
pembicaraan akan diri sendiri, lalu merenungi dan memahami apa yang
dibacanya. Sungguh, banyak orang yang tidak memahaminya karena
sebab-sebab tertentu yang tidak masuk akal, serta tergoda oleh
godaan-godaan setan yang merasuki hati mereka. Dengan begitu, hati
mereka menjadi buta akan cahaya keagungan Al-Qur'an.

Hendaknya seorang pembaca Al-Qur'an itu mampu menangkap tujuan utama
yang termaktub di dalam Al-Qur'an. Jika ia mendengar perintah atau
larangan, maka ia harus menyadari bahwa dirinya sebagai objek yang
diperintah atau dilarang. Dengan begitu, terbekas di dalam hatinya
beragam pemahaman sesuai keragaman ayat.

# Memahami dan Menafsirkan Al-Qur'an Dengan Akal.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"Sungguh Al-Qur'an itu memiliki sisi yang jelas dan yang tersembunyi,
serta ada sisi yang terbatas dan sisi yang tersingkap."

Dalam hal ini, Ali radhiyallahu 'anh berkata, "Andai saja aku
menginginkan, niscaya akan aku bebankan 70 ekor unta dengan
(kitab-kitab) tafsir al-Fatihah."
Jelas bahwa rahasia-rahasia Al-Qur'an tidak terbatas.

Keajaiban-keajaiban yang terkandung di dalamnya pun tidak terhitung.
Semua itu tergantung pada kesucian hati.
Dengan demikian, penafsiran bukanlah dengan cara di dengar atau
dipindahkan begitu saja seperti halnya turunnya wahyu. Rasulullah
berdoa untuk Ibnu Abbas radhiyllahu 'anh,

"Ya Allah, anugerahilah ia pemahaman yang mendalam tentang agama dan
anugerahilah ia pengetahuan tentang takwil." (HR Bukhari, Muslim dan
Ahmad).

Allah Subhanahu wata'ala berfirman,

"....Tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan
dapat) mengetahuinya (secara resmi) dari mereka (Rasul dan Ulil
Amri)...." (An-Nisaa': 83).

Allah subhanahu wata'ala telah memberikan landasan kebenaran bagi
orang-orang yang berilmu. Hal itu menunjukkan bahwa mereka tidak hanya
sebatas mendengar.
Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
^^BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI^^

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

http://debyanhajiprastyo.blogspot.com/

Sumber: Mukhtashar Ihya Ulumuddin, Imam Ghazali.


Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements