11 Maret 2010

Kisah Renungan | Ada Tetesan Setelah Tetesan Terakhir

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
Dari:
Julian Patra 'Iyan'
Kepada:
Anggota Pecinta Kisah Nyata, Cerita Motivator, Kisah Renungan dan Info Penting V

Pesan:

Pasar malam dibuka di sebuah kota. Penduduk menyambutnya dengan
gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan
diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.

Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot
manusia kuat ini.

Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan
telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga
berkeping-keping.

Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap
kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan
genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir.
'Hingga tetes terakhir', pikirnya.

Manusia kuat lalu menantang para penonton: 'Hadiah yang besar kami
sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu
tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!'

Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas
panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras... dan menekan sisa
jeruk... tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi
jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya
turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu
tersenyum-senyum sambil berkata : 'Aku berikan satu kesempatan
terakhir, siapa yang mau mencoba?'

Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta
agar ia boleh mencoba. 'Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke
panggung.' Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu
membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang
tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal
meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua
ini. Itulah yang ada di pikiran penonton.
Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak
penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa
jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya,
mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi
dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu,
hingga akhirnya memeras... dan 'ting!' setetes air jeruk muncul
terperas dan jatuh di atas meja panggung.
Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi
tepuk tangan riuh.
Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, 'Nyonya, aku
sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak
orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku
tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang
berhasil memenangkan hadiah itu.

Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?'

'Begini,' jawab wanita itu, 'Aku adalah seorang janda yang ditinggal
mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup
kelima anakku.

Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan
mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun
sekalipun. Engkau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan
itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat,
bukanlah hal yang sulit bagiku'.

Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali
mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang
keluargaku perlukan.

Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup
keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan
berkat-Nya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya
telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari
masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada pribadi yang
mengasihiku.

'Bila Anda memiliki alasan yang cukup kuat, Anda akan menemukan
jalannya', demikian kata seorang bijak.

Seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan
yang cukup kuat untuk menerima hal tersebut. (Bits & Pieces, The
Economics Press)

Source : Dharmajala milist
********************
klo ada comment boleh di tulis di wall grup ini, caranya
1. Judul Artikel
2. Testi tentang artikel tersebut
3. Testi tentang grup ini
4. Kumpulkan Point Privilege Member kalian (Info klik
http://www.facebook.com/topic.php?topic=16318&uid=287105207511 )
thx
<!Y@N>


Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements