01 April 2010

Kesunanan Surakarta Hadiningrat | Info

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
Dari:
Aaron Veyedov
Kepada:
Anggota AktiVis RoHis [MENTORING] sE-NuSantAra "meMpeRjuaNgkAn SyarI'at IslAm"


Pesan:
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Sebuah Kasunanan, yang tidak bisa
dipandang sebelah mata bagi seluruh rakyat se-Nusantara, Khususnya
bangsa Indonesia. Dari kasunanan itulah muncul pejuang-pejuang yang
sangat besar tekadnya. Para Pejuang Islam yang memiliki niat ikhlas
untuk memperjuangkan kebebasan masyarakat di seluruh Pulau jawa, dan
disepanjang Sabang sampai Merauke pada masa itu.

Seiring dengan bayang-bayang kejayaan kasunanan di Kasunanan Surakarta
Hadiningrat yang sudah berada didepan mata, kedatangan para penjajah
Belanda seakan merebut impian itu. Masuknya para penjajah di Pulau
jawa, terutama di wilayah Kasunanan Surakarta Hadiningrat menyebabkan
terjadinya perebutan kekuasaan. Pertumpahan darah yang terjadi
diantara penduduk Kasunanan Surakarta dengan para penjajah merupakan
hal yang sulit dihindari.

Berbekal ilmu agama, semangat yang membara dan tekad yang kuat,
meskipun hanya mengandalkan senjata yang sangat tradisional, "bambu
runcing" menggoreskan luka-luka sembilu di tubuh prajurit penjajah
Koloni Belanda. Memberikan pukulan mundur yang telah disaksikan oleh
sejarah perjuangan Nusantara.

Motivasi besar dari penduduk Kasunanan Surakarta sehingga rela
mengorbankan tetesan darah itu muncul dari Firman Allah swt:

"Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan
kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah
Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak
lalai dari apa yang kamu kerjakan" (QS. Huud : 123)

Keyakinan iman dan taqwa, bagi Umat Islam merupakan posisi tertinggi
yang tidak bisa digeser meskipun hanya satu jengkal. Posisi yang tidak
akan dirubah meskipun nyawa berada diujung tanduk. Sedikit saja
seseorang berani menggesernya, maka status dirinya barubah begitu
besar dan menjadi kebalikannya.

Kitab al-Qur'an merupakan sebaik-baik Syariat bagi seluruh manusia
tanpa terkecuali. Keyakinan ini sudah sangat kokoh dipegang teguh oleh
masyarakat Kasunanan Surakarta. Nilai-nilai islam begitu kental pada
waktu itu. Ulama-ulama Murabbiyyun (memiliki kekuasaan) adalah
pemimpin-pemimpin yang adil dalam memutuskan segala perkara. Sangat
sulit mengungkapkan kata demi kata kondisi masyarakat adil yang diatur
dengan Syariat (al-Qur'an) Rabb semesta alam pada masa yang masih
dianggap tradisional waktu itu.

Dalam surah Yusuf, Allah menegaskan kembali firmanNya:

"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi
orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang
dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan
menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum
yang beriman." (QS. Yusuf : 111)

Sejarah gemilang, pemberontakan para penjajah dan pertumpahan darah;
yang dikorbankan oleh penduduk Kasunanan Surakarta dan masyarakat
sekitarnya sangat sulit diungkapkan bila hanya sekedar digambarkan
melalui tulisan tangan.

Banyak hal yang dinilai sangat penting untuk ditelusuri bersama. Kita
akan menguak dan mengupas secara tajam, "ada apa sebenarnya dengan
Kasunanan Surakarta pada masa keemasannnya, dibandingkan dengan
Kasunanan Surakarta pada masa yang sekarang ini? Apakah sama, kondisi
Kasunanan Surakarta pada masa itu dengan masa yang sekarang? Apakah
penduduk Kasunanan Surakarta pada masa itu dengan masa yang sekarang
ini memiliki ghirah yang sama besar?"

Sangat tidak adil, bila jawaban ini hanya diketahui oleh
kalangan-kalangan tertentu saja. Bukankah ini semua adalah sejarah
kita bersama? Islam, Kasunanan Surakarta dan masa keemasan yang sangat
sulit digambarkan melalui kata demi kata.
Talk Show, yang ingin kami selenggarakan disini, tidak hanya sekedar
ajang diskusi atau penyiaran besar-besaran yang disebarkan kepada
seluruh public. Tetapi, sebagai ajang komparasi dan korelasi, masa
lalu gemilang dengan masa sekarang yang penuh dengan problem/masalah
pemerintahan yang berbau ketidak-adilan bagi masyarakat se-Nusantara.
Dan boleh dikatakan, sebagai kewajiban kita bersama untuk mengetahui
apa "resep" sebenarnya yang ada pada pemerintahan Kasunanan Surakarta?
Sehingga mampu menciptakan masyarakat yang sangat loyal terhadap
pemerintahannya sendiri!?

Masa lalu adalah guru yang paling jujur dalam mengajarkan fakta
meskipun tanpa melalui kata-kata. Masa lalu merupakan pelajaran
penting yang sangat sulit untuk dibantah kebenarannya. Masa lalu
seperti rel yang dibentangkan menuju masa depan; bila masa lalu itu
buruk, rel yang membentang akan menggiring pada masa depan yang buruk.
Maka solusinya adalah memilih rel yang terbaik dan benar
arah-tujuannya. Tapi bila masa lalu itu baik, maka rel yang membentang
akan menggiring pada masa depan yang baik. Sedangkan rel yang
dibentangkan tanpa melalui jalur dimasa lalu, sama saja dengan itu
adalah rel yang akan menggiring kepada masa depan yang penuh dengan
tanda tanya.

Mungkin masa depan yang baik, atau masa depan yang buruk. Dan akan
lebih banyak berpeluang pada masa depan yang buruk. Lalu, apakah untuk
masa depan kita akan melakukan percobaan zaman? Cukuplah masa lalu
yang boleh dijadikan sebagai sampel penelitian panjang, percobaan dan
pelajaran penting masa kini untuk kebaikan zaman dimasa yang akan
datang.

Masa lalu yang gemilang hanya akan diulang kembali oleh orang-orang
yang memiliki niat tulus dan baik dari dalam hati. Tidak akan
melakukan prinsip "perjudian" untuk masa depan, diri, masyarakat dan
Negara. Tak hayal bila hanya karena masalah "konsep" yang dinilai
"tidak cocok" sehingga banyak oknum yang berupaya keras menutup-nutupi
masa lalu gemilang tersebut. Bahkan tanpa belas dan kasih, masa
gemilang yang menjadi bukti sejarah; diberi label, "masa kegelapan"
agar supaya orang merasa takut dan tidak mau mencoba. Padahal, belum
pernah diungkap secara ilmiyah, "apa yang sebenarnya terjadi?" Oleh
sebab itu, saatnya dalam kesempatan besar ini, kita akan mengungkapnya
secara bersama-sama.
"Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan
janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui."
(al-Baqarah : 42)

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

18 April 2010
Gedung Batari Solo
07.30am

berikut url untuk melihat pamflet

http://www.facebook.com/photo.php?pid=30614186&id=1423988251


Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements