08 April 2010

Tempayan Retak | Kisah Renungan Penuh Hikmah

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
Dari:
Julian Patra 'Iyan'
Kepada:
Anggota Pecinta Kisah Nyata, Cerita Motivator, Kisah Renungan dan Info Penting V

Pesan:
Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing
bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada
bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan satunya lagi
tidak.

Tempayan yang utuh selalu dapat membawa air penuh, walaupun melewati
perjalanan yang panjang dari mata air ke rumah majikannya. Tempayan
retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Hal ini terjadi setiap hari selama dua tahun. Si tukang air hanya
dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu
saja si tempayan utuh merasa bangga akan prestasinya karena dapat
menunaikan tugas dengan sempurna. Di pihak lain, si tempayan retak
merasa malu sekali akan ketidaksempurnaanya dan merasa sedih sebab ia
hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya ia dapat
berikan.

Setiap Orang Memiliki kekurangan

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak
berkata kepada si tukang air, "Saya sungguh malu kepada diri saya
sendiri dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya" "mengapa?" tanya si
tukang air,"mengapa kamu merasa malu ?""Saya hanya mampu, selama dua
tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya
bawa. Adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa
bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu,
saya telah membuat mu rugi."

Si tukang air merasa kasihan kepada si tempayan retak, dan dalam belas
kasihannya, ia menjawab," Jika kita kembali ke rumah majikan besok,
aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan."
Tuhan sanggup memakai kelemahan kita untuk maksud yang indah.

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan
dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan
dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia
kembali merasa sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor dan
kembali tempayan retak itu meminta maaf kepada si tukang air atas
kegagalannya. Si tukang air berkata kepada tempayan itu, "Apakah kamu
tidak memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu ?
tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan lain yang
tidak retak itu ?" Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan
aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang
jalan di sisimu dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata
air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini, aku telah
dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk dapat menghias meja majikan
kita. Tanpa adanya kamu, majikan kita tidak akan dapat menghias
rumahnya seindah sekarang."

Setiap orang memiliki cacat dan kelemahan sendiri. Kita semua adalah
tempayan retak, namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan
kita untuk maksud tertentu. Dimata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang
terbuang percuma, Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah
kelemahanmu dan kamu dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah
dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.
Source : email sahabat
********************
klo ada comment boleh di tulis di wall grup ini, caranya
1. Judul Artikel
2. Testi tentang artikel tersebut
3. Testi tentang grup ini
4. Kumpulkan Point Privilege Member kalian (Info klik
http://www.facebook.com/topic.php?topic=16318&uid=287105207511 )
thx
<!Y@N>


Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements