15 April 2010

Tragedi tanjung priuk2: bukti hilangnya rahmat Allah

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
Tanjung priok kembali memanas, seakan mengulang lagi tragedi tanjung priok pada jaman orde baru yang menewaskan tak kurang dari 400 tewas, ini seperti membuktikan bahwa manusia indonesia (petinggi negara) kehilangan nuraninya, rasa cinta dan kasih sayangnya. namun memang berbeda, bila tragedi tanjung priok yang terjadi 12 september 1984 penyebabnya adalah di picu oleh kebencian sang jendral TNI terhadap islam, berbeda dengan tragedi tanjung priok sekarang yang di picu kemarahan masyarakat yang tak setuju penggusuran taman makam mbah periuk atau Habib Hasan bin Muhammad al Haddad, oleh satgas pamong praja (PP), namaun alasan ini tak mengurangi rasa iba kitaterhadap nurani manusia negri ini.
Mbah Priok ini merupakan penyebar agama Islam di Jakarta Utara pada abad ke-18. Mbah Priok terkait erat dengan sejarah Jakarta. Namanya menjadi asal mula daerah Tanjung Priok yang dikenal sekarang.
peristiwa ini setidaknya memakan korban 2 orang meninggal dan korban luka total sebanyak 130 dengan rincian yaitu 66 orang Satpol PP, 10 polisi, dan 54 warga.(14/4)
tragedi ini bermula dari sengketa tanah makanm mbah periuk antara PT Pelindo II dengan ahli waris Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad atau Mbah Priok. Sengketa tersebut telah terjadi selama bertahun-tahun dan telah dibawa ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara
Amir seorang mahasiswa di UPI mengatakan "memang setiap penggusuran yang terjadi di negara ini pasti tak pernah terlepas dari kepentingan pengusaha, bisa di lihat dari penggusuran yang beralasan penertiban, pembuatan taman kota, eh ternyata di jadikan pusat bisnis".
ini memang kenyataan yang terjadi, pengusaha makin subur saja di negri ini, karna memang keinginannya selalu di penuhi, berbeda dengan rakyat biasa yang tak punya apa-apa, biasanya akan di pandang sebelah mata.
ini memang dilema, di satu sisi negara ingin negri ini maju, tapi satu sisi kenyataannya menampakan seperti ini, tapi seharusnya pemerintah jeli dalam menyikapi semua ini.
berbagaimacam peristiwa yang terjadi di negri ini, mulai dari kasus korupsi yang semakin merajalela, dan masalah lainnya termasuk Tragedi ini membuat semakin besar krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin besar, tapi semua ini tak juga mampu membuat para pemimpin negri ini sadar, sadar bahwa akar masalah dari segala masalah di nergri ini adalah diterapkannya sistem kufur di negri ini.
harusnya pemimpin negri ini melek dengan al-qur'an. semua masalah di negri ini merupakan pembuktian besar dari janji Allah "Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu, maka sungguh baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta" (QS. Thaaha: 124), dan bukan hanya setelah di akhirat, tapi di dunia pun telah dibuat-Nya buta, buta takbisa melihat akar masalah dan solusinya, buta tak lagi memiliki pegangan baik-buruk karna membuang al-qur'an dan islam.
ini adalah momen baik untuk kita kembali menyerahkan urusan kepada Allah bukan manusia, karna manusia hanya mahluk lemah dan terbatas.
tidakkah kita merindukan kehidupan jaman dulu, ketika umar bin khotob mampu menjadikan yahudi masuk islam, hanya dengan sebuah tulang yang bergores pedang, yang waktu itu Amru bin ash wali mesir hendak menggusur rumah seorang yahudi karna akan ada pembangunan mesjid, namun setelah menerima tulang itu amru bin ash menggelepar ketakutan dan membatalkan penggusuran tersebut. betapa besar kemuliaan sosok Umar.
sudah saatnya bangsa ini kembali kepada jalan yang benar, dengan menerapkan islam secara kaffah dan mengangkat pemimpinnya yang amanah yakni khilafah, maka segala cita-cita kesejahtraan pun akan tercapai, sebagaimana janji Allah “Jikalau sekiranya penduduk negeri negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf: 96).
wallahua'lam...

oleh: Imam Ajib Al-fattih

Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements