13 April 2010

UKM Kerohanian Sikapi Hari Valentine

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis

isolapos.com-
Sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kerohanian Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melakukan aksi menentang perayaan hari Valentine (Valentine’s day) yang akan jatuh pada 14 Februari 2010, Kamis (11/02).

Aksi yang diikuti UKM Kajian Islam (Kalam), UPTQ (UKM tilawah qur’an), BAQI (UKM baca qur’an), dan UKDM (UKM dakwah), ini merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat serta sikap ketidaksetujuan mereka akan perayaan hari Valentine.

“Valentine ini merupakan Budaya orang–orang Kafir, dan aksi ini adalah salah satu bagian dari serangkaian acara FeSTa Valentine (Februari Suci Tanpa Valentine)” Tegas Hedri Nurardiansyah, anggota Kalam UPI yang memimpindan dan sekaligus sebagai kordinator aksi tersebut.

Mereka melakukan aksi sambil berkeliling sekitar kampus UPI, serta melakukan orasi di sekitar BNI kampus UPI, Gedung Perpustakaan, dan di depan gedung Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) UPI. Selain itu, mereka juga membentangkan kain putih untuk ditandatangani sebagai bentuk dukungan terhadap ketidaksetujuan mereka.

Hendri menerangkan bahwa mereka dengan tegas menolak perayaan hari valentine dirayakan karena merupakan liberalisme perilaku. “Selain itu, kami mendukung diterapkannya sistem Islam demi terciptanya tatanan Islam yang Kaffah di Indonesia,” ujar Hendri.

"itulah akibat tidak di terapkannya hukum islam, masyarakat tak lagi menjadikan al-quran dan as-sunah sebagai landasan" komentar salah seorang peserta aksi, "mereka (red-masyarakat) mengerjakan apa saja yang mereka pandang baik. padahal yang menurut manusia baik belum tentu menurut Allah baik", tambahnya.

Aksi serta orasi yang dilakukan di sekitar kampus UPI tersebut, berakhir di depan gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UPI.

Salah satu mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Dian yang melihat aksi tersebut berpandangan bahwa, bentuk perayaan hari Valentine tidak perlu disikapi seperti itu. “Memangnya kalau adanya valentine ada pihak yang dirugikan gitu, tidak kan?, itu hak kebebasan selama tidak ada pihak yang dirugikan, tidak perlu ekstrim seperti itu,” tuturnya kepada Isola Pos Online.




Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements