30 Juli 2010

B-ILT KE-DUA LDK AL-KARRAMAH UIN SUSKA RIAU

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
B-ILT KE-DUA LDK AL-KARRAMAH UIN SUSKA RIAU

Pagi minggu, 11 Juli 2010 yang bertempat di sekre LDK Al-Karramah UIN Suska Riau telah berlangsung B-ILT yang ke- dua, kali ini peserta yang mengikuti B-ILT tidak sebanyak pada B-ILT yang pertama. Hal ini dikarenakan pada saat ini sedang masa libur kuliah. Walaupun demikian tingkat keberhasilan B-ILT yang kedua ini tidak cukup hanya diukur dengan jumlah peserta yang mengikuti, tetapi dilihat dari berapa banyak kader yang militan yang mempunyai semangat juang tinggi dalan mengikuti perjuangan menegakkan Syari’ah dan Kilafah yang dihasilkan.

Acara yang dimulai pukukl 08.00 WIB dan berakhir pukukl 17.00 WIB ini dihadiri sekitar 80 orang peserta. Sangat disayangkan memang, acara yang dikemas dengan sedikit berbeda dibandingkan pada B-ILT yang pertama hanya dinikmati oleh sebagian kecil mahasiswa UIN Suska Riau, padahal pada B-ILT kali ini, LDK Al-Karramah menghadirkan 2 trainer yang kompeten dibidangnya. Tidak tanggung-tanggung, acara yang hanya berlangsuyng setengah hari itu telah menyelesaikan empat materi dengan tuntas. Berikut ini adalah kupasan singkat tentang materi B-ILT yang kedua oleh LDK Al-Karramah:

Materi Pertama : Life is Choice
Hidup adalah pilihan, pada materi pertama ini pemikiran peserta dibuka lebih luas tentang pemahaman arti hidup yang sebenarnya. Bahwa sesungguhnya apa yang kita alami saat ini merupakan refleksi dari apa yang telah kita lakukan sebelumnya dn apa yang kita lakukan saat ini akan kita rasakan/ akan kita peroleh hasilnya dimasa yang akan datang. Sebenarnya rata-rata umur umat manusia saat ini hanya berkisar 70 tahun, untuk umur 70 tahun itu, manusia sanggup mengorbankan apa saja demi kesenangan hidup didunia yang sesaat. Sementara jika tahu bahwa kita berasal dari Allah, kita diciptakan hanya untuk mengabdi pada Allah, dan akan kembali kepada Allah, sudah sepantasnya selama kita hidup didunia ini adalah hanya untuk mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk pesiapan menghadap pada Allah karena segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini akan dimintai pertanggung jawaban. Bayangkan jika hanya untuk kesenangan hidup yang sesaat didunia kita rela menghabiskan waktu, mengorbankan segalanya, lalu hal apa lagi yang kita korbankan untuk kesenangan diakhirat kelak yang kekal abadi, waktu mana lagi yang kita gunakan untuk mengumpulkan bekal dialam yang kekal nanti? Yang hanya ada dua pilihan didalamnya, Surga atau Neraka? Hidup adalah pilihan, maka pilihlah pilihan yang terbaik selama hidup.

Materi kedua : The view of life
Setelah memahami materi pertama, dimateri yang kedua ini peserta dituntun untuk dapat menentukan pilihan tentang tujuan hidup mereka, maka agar tidak salah dalam menentukan pilihan tujuan hidup tersebut,maka diberikan beberapa pemahaman yang mendasar tentang arti hidup, kemudian digambarkanlah kehidupan disuatu negeri bebek. Kenapa dikatakan negeri bebek? Karena karakter rakyatnya yang suka ikut-ikutan tanpa mengetahui maksud dan tujuannya. Digambarkan negeri bebek merupakan negeri yang kaya raya dengan SDA yang luar biasa dan SDM yang sangat banyak. Namun kenyataannya , rakyat yang dipastikan dapat hidup dengan makmur dialam yang kaya raya ternyata lebih dari separo rakyatnya berada di bawah garis kemiskinan.

Ibarat pepatah mengatakan “ayam mati kelaparan dilumbung padi”. Kenapa hal itu bisa terjadi? Kondisi yang dialami oleh negeri bebek merupakan masalah yang sistemik, karena seluruh aspek di negeri bebek terpuruk mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehatan, politik , keamanan, tingkat sosial, de el el. Hal itu adalah masalah yang sistemik, maka untuk mencari solusinya, kita harus bicara sistem. Sistem yang dianut oleh negeri bebek adalah sistem pemerintahan yang demokrasi dan idiologinya katanya Pancasila.walaupun sebenarnya Pncasila hanya merupakan sebuah Palsafah. Bukan Idiologi. Karena Idiologi yang diakui didunia hanya 3 yaitu Komunis/sosialis, Kapitalis/sekuler dan Islam. Secara nyata sebenarnya negeri bebek menganut idiologi kapitalis dengan sistem pemerintahan yang demokrasi, sementara mayoritas penduduk megeri bebek menganut agama Islam, mengapa tidak Idiologi Islam saja yang diterapkan? Padahal sudah terbukti bebrabad-abad saat masa Rasulullah hingga kekilafahan usmani di Turki, islam telah jaya hingga menguasai ¾ belahan dunia.

Berbicara masalah kapitalis, telah nyata dan dapat dirasakan selama negeri bebek merdeka tidak pernah menikmati kemakmuran, mengapa mawsih memakai barang yang tidak layak kpakai sementara barang yang siap dan layak pakai sudah tersedia dan telahy teruji kualitasnya? Kembali berbicara tentang tujuan hidup, hal ini tidak terlepas dari 3 pertanyaan besar yaitu darimana kita?, untuk apa Kita? Dan akan kemana kita setelah kehidupan?. Dari 3 rangkaian pertanyaan inilah melahirkan suatu Idiologi.

Sosialis menjawab: kita berasal dari materi, hidup untuk materi dan mati kembali menjadi materi.
Kapitalis menjawab: kita berasal dari Tuhan, kemudian hidup untuk materi dan mati kembali kepada Tuhan.
Islam menjawab: kita berasal dari Tuhan, hidup hanya semata-mata untuk Tuhan dan mati kembali menghadap Tuhan.
Maka sudah sepantasnyalah kita memilih Islam sebagai Idiologi dan hanya untuk Allah-lah tujuan hidup kita. Suatu kewajiban menerapkan Islam disemua aspek kehidupan, karena Islam bukan hanya sekedar agama ritual belaka melainkan islam merupakan agama yang komplit. Dalam hal ini untuk membuat hidup yang islami, maka setiap aspek kehidupan kita harus sesuai dengan Syari’at, Syari’at tidak akan bisa diterapkan secara kaffah tanpa dimaungi sebuah institusi yang besar yang dalam hal ini adalah sebuah negara. Negara yang menerapkan Syari’ah secara kaffah hanyalah Daulah Khilafah Islamiah yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat.

Materi ketiga: Beyound the Inspiration
Pada materi ketiga ini peserta diajak melihat sejarah pejuangan penaklukan kota Konstanti Nopel yang dipimpin oleh Muhammad 2 atau yang lebih dikenal dengan sebutan Muhammad Al-Fatih. Beyound the inspiration adalah sebuah inspirasi diluar dari apa yang dilihat atau sebuah keyuakinan akan janji Allah dan Rasul-Nya. Perjuangan yang luar biasa oleh Muhammad Al-Fatih dan pasukannya dalam menaklukkan Konstanti Nopel di inspirasi atas keyakinan akan janji Allah dan Rasul-Nya yang mengatakan bahwa “pasti akan disaksikan oleh kalian penaklukan kota Konstanti Nopel yang mana pada saat itu Amirnya adalah sebai-baik Amir dan pasukannya adalah sebaik-baik pasukan”. Atas keyakinan akan janjki Allah inilah Muhammad Al-Fatih berhasil menaklukkan Konstanti Nopel yang merupakan kota dengan pertahanan yang sangat tinggi serta pasukan yang luar biasa tangguhnya. Setelah penantian yang begitu panjang akhirnya kota Konstanti Nopel berhasil ditaklukkan, penantian akan janji Al;lah pun terwujud lebih kurang 825 tahun.

Hanya sebuah kalimat yang biasa, kalimat yang belum tentu kebenerannya, kalimat yang telah ratusan tahun diucapkan, tetapi bagi orang yang beriman dan meyakini akan kalimat itu sebagai janji Allah, maka kalimat itulah yang membuat suatu kekuatan yang maha dahsyat yang mampu membuat pasukan sanggup mengangkat kapal laut melewati gunung dan lembah demi memasuki pertahanan musuh, yang sanggup menciptakan meriam yang mustahil diciptakan pada saat itu, yang sanggup berperang selama puluhan bahkan ratusan hari tanpa sekalipun meninggalkan ibadah kepada Allah. Hal inilah yang disebut sebuah inspirasi yang tidak terindra yang menghasilkan kekuatan yang maha dahsyat yaitu keyakinan akan janji Allah dan Rasul-Nya.

Lalu bagaimana dengan kita saat ini? Apakah inspirasi yang seperti itu masih ada? Jawabannya Ada! Allah dan Rasulnya telah mengatakan bahwa umat islam terbagi menjadi 5 fase yaitu:
Fase pertama adalah fase kenabian
Fase kedua adalah fase kekilafahan yang bermanhaj kenabian
Fase ketiga adalah fase kerajaan yang dzolin, ini terjadi ketika kekuasaan dipegang oleh penguasa yang tidak adil, penyalah gunaan kekuasaan .
Fase keempat adalah fase penguasa yang diktator, fasi inilah yang kita rasakan saat ini.
Fase kelima adalah fase kekilafahan yang kembali bermanhaj kenabian.
Keempat fase sebelumnya telah terjadi. Fase kelima inilah yang akan kembali kita perjuangkan demi mencapai tujuan hidup yang sebenarnya.

Materi keempat : Living the After Life
Materi keempat adalah materi terakhir yang mengupas tentang cara memetakan hidup mulai dari titik akhir, berbeda dengan konsep umum yang mengatakan bahwa berjalan dimulai dari titik awal, tetapi Islam mengajarkan kita untuk memetakan hidup dimulai dari titik akhir yaitu akhir dari hidup kita adalah kematian dan setelah kematian, kita akan kemana, hanya ada 2 pilihan yaitu surga dan neraka. Maka sebelum kita melangkah untuk melakukan susuatu pada saat itu kita lelah memilih akan kemana kita ketika melakukan hal ini. Apakah endingnya neraka/surga. Memulai perjalanan dari titik akhir bukan berarti berjalan mundur tetapi jika diibaratkan seperti pemanjat tebing yang melemparkan tali keatas puncak yang merupakan titik akhir dari pendakiannya. Setelah menetapkan pegangan pada titik akhir burulah ia memulai memanjat.
Ringkasan dari materi B-ILT ke dua LDK Al-Karramah UIN SUSKA Riau ini rasanya tidak cukup lengkap untuk menerangkan semua yang telahd diperoleh oleh peserta pada B-ILT yang sebenarnya. Untuk itu, Insya Allah B-ILT Ketiga akan segera hadir, tentunya dengan persiapan yang lebih matang dan konsep yang lebih menarik yang dipersiapkan oleh LDK Al-Karramah UIN Suska Riau.

Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements