02 Juli 2010

IBNU HAJAR AL ‘ASQALANI

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis

tabloid drise Walaupun beliau bernama hajar yang artinya batu tapi bukan berarti lahir dari batu (kera sakti dong?). Beliau memiliki orang tua tulen walau pun beliau ditinggal ibunya ketika balita dan pada umur 5 tahun ditinggal ayahnya (bukan jadi papa rock n’roll gak pulang-pulang cari uang lho..) tapi meningal. Beliau lahir pada 22 sya’ban tahun 773 H/ 1372 M.

Nama hajar atau batu diambil dari sebuah kisah yang memberi motivasi yang kuat untuk belajar. Beliau adalah seorang yang rajin ketika di madrasahnya (sekolah) tapi selalu tertinggal pelajaran yang di ajarkan guru-gurunya. Mudah lupa sehingga beliau tertingal dari murid-murid lain yang sudah jadi ulama besar. Suatu saat beliau patah semangat dan menerima takdirnnya sebagai orang yang tidak mampu belajar. Beliau pun meninggalkan sekolahnya itu dan berpamitan pada gurunya.

Dalam kegundahan perjalanan meninggalkan madrasahnya, beliau masuk ke dalam gua untuk berteduh dari guyuran hujan yang membasahinya. Ketika melihat tetesan air di gua itu yang menetes sedikit demi sedikit jatuh melubangi sebuah batu, Beliau terkejut. Karena betapa kerasnya batu itu hanya dengan tetesan air yang terus menerus akhirnya terbentuk lubang juga. Kemudian beliau sadar bahwa kepalanya tidak sekeras batu. Karena itu pasti bisa menyerap pelajaran seandainya rajin dan sabar dalam belajar. Dengan penuh semangat, beliau pun kembali kemadrasah untuk belajar kembali.

Perubahanpun mulai terlihat. Beliau menjadi murid yang tercerdas dan mengalahkan teman- teman yang telah menjadi ulama besar. Dikalangan pesantren, nama beliau sudah tak asing lagi karena kitab-kitabnya yang sudah menjadi pembelajaran wajib diantaranya kitab kitab yang besar yaitu:

  • Fath al-Bari (kemenangan sang pencipta) yaitu syarah hadist syahih bukhari yang paling detail.

  • Ad-Durar al-Kaminah (kamus biografi tokoh abad ke-8)

  • Tahdzib al-Tahdzib

  • Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah (kamus biografi sahabat)

  • Bulugh al-Maram min Adillah al-Ahkam

  • Taghliqut Ta’liq,

  • Inbaul Ghumr bi Anbail Umr dan lain-lain.

Semangat dalam menggali ilmu, beliau tunjukkan dengan tidak mencukupkan mencari ilmu di Mesir saja. Tetapi, beliau melakukan rihlah (perjalanan) ke banyak negeri. Semua itu dikunjungi untuk menimba ilmu. Negeri-negeri yang pernah beliau singgahi dan tinggal disana, di antaranya:

  1. Dua tanah haram, yaitu Makkah dan Madinah. Beliau tinggal di Makkah al Mukarramah dan shalat Tarawih di Masjidil Haram pada tahun 785 H. Yaitu pada umur 12 tahun. Beliau mendengarkan Shahih Bukhari di Makkah dari Syaikh al Muhaddits (ahli hadits) ‘Afifuddin an-Naisaburi (an-Nasyawari) kemudian al-Makki Rahimahullah. Dan Ibnu Hajar berulang kali pergi ke Makkah untuk melakukah haji dan umrah.
  2. Dimasyq (Damaskus). Di negeri ini, beliau bertemu dengan murid-murid ahli sejarah dari kota Syam, Ibu ‘Asakir Rahimahullah. Dan beliau menimba ilmu dari Ibnu Mulaqqin dan al Bulqini.
  3. Baitul Maqdis, dan banyak kota-kota di Palestina, seperti Nablus, Khalil, Ramlah dan Ghuzzah (jalur gaza sekarang). Beliau bertemu dengan para ulama di tempat-tempat tersebut dan mengambil manfaat.
  4. Shana’ dan beberapa kota di Yaman dan menimba ilmu dari mereka.

Ibnu Hajar wafat pada tanggal 28 Dzulhijjah 852 H di Mesir, setelah kehidupannya dipenuhi dengan ilmu nafi’ (yang bermanfaat) dan amal shalih. Beliau dikuburkan di Qarafah ash-Shugra. Semoga Allah merahmati beliau dengan rahmat yang luas, memaafkan dan mengampuninya dengan karunia dan kemurahanNya.

Demikian perjalanan singkat al Hafizh Ibnu hajar al ‘Asqalani. Semoga kita dapat mengambil manfaat, kemudian memotivasi kita untuk selalu menggali ilmu dan beramal shalih. Wallahu a’lam.[ridwan]


sumber: drise-online.com


Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements