30 Juli 2010

Kerusakan Liberalisme: Perzinahan dan Aborsi Usia Remaja Merebak di Inggris

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
Syabab.Com - Masihkah kita percaya pada ide dan solusi liberalisme dan ide barat lainnya? Di negara pengembannya, kehancuran generasi tengah terjadi, bukti keruntuhan kapitalisme. Sebuah survei oleh Departemen Pendidikan yang mencacah data dari 8.500 remaja di Inggris, mendapati bahwa satu dari tiap enam remaja putri di negeri itu hamil saat mereka berumur 18 tahun.

Jika hamil karena sudah menikah mungkin tidak masalah. Tetapi persoalannya, menikah seolah menjadi hal tabu dalam sistem liberalisme. Makanya, kaum liberal kapitalis menyisipkan larangan menikah dini. Akibatnya perzinahan merajalela.

Dari para remaja yang hamil di usia dini itu, 46 persen diantaranya memilih untuk melanjutkan proses kehamilan hingga melahirkan, sementara 36 persen lainnya memilih tindakan aborsi.

Seperti diwartakan oleh jaringan berita news.com.au, sekitar delapan dari tiap sepuluh remaja di Inggris mengaku aktif secara seksual, dan nyaris 20 persen remaja putri pernah hamil minimal satu kali sebelum mereka genap berusia 18 tahun.

Kehamilan di kalangan remaja Inggris demikian kerapnya sehingga hampir 80 persen remaja mengaku pernah hamil sekali, 18 persen pernah hamil dua kali dan sisanya hamil 3 kali.

Inggris adalah negeri dengan angka kehamilan remaja yang tertinggi di kawasan Eropa barat, dengan frekuensi aborsi mencapai 39.000 di kalangan remaja putri yang berusia 15-19 tahun di Inggris dan Wales.

Solusi Palsu, Biang Kehancuran!

Sungguh sangat miris, bila penduduk di negeri ini mengikuti Barat. Tanda-tanda tersebut telah nampak, paling tidak dari meningkatnya pergaulan bebas di negeri ini. Termasuk juga di dalamnya, solusi-solusi palsu dalam menuntaskan kerusakkan ini seperti pendidikan kesehatan reproduksi remaja yang tiada lain bentuk dari pendidikan seks bagi remaja.

Di Inggris, akibat sex education telah menyebabkan anak belia menghamili rekannya, tentu tanpa mengerti masalah pernikahan [baca: Akibat Sex Education: Anak Umur Delapan Tahun telah Melakukan Kejahatan Pemerkosaan]. Lalu bagaimana bisa, di negeri ini mereka yang mengaku 'para pakar' mengusulkan perlunya pendidikan seks melalui Kurikulum Kesehatan Reproduksi Remaja. Tentu saja, solusi palsu ini hanya mengingkan generasi negeri hancur.

Demikian pula pengaruh berkembangnya teknologi tanpa penguatan agama, telah menyebabkan benih-benih kehancuran itu muncul. Apa yang terjadi di negeri ini, maraknya kasus pergaulan bebas, baik itu dilakukan oleh selebritis, mahasiswa hingga tingkat pelajar sangat menyedihkan. Sementara pihak pemerintah masih juga belum bertindak tegas untuk menanggulangi persoalan tersebut.

Bila solusi palsu buah dari sekularisme liberalisme tersebut diterapkan, tentu saja kehancuran seperti di Inggris di depan mata. Bila seperti itu, maka negeri ini akan kehilangan generasi unggulnya.

Demikianlah sekali lagi kerusakan sistem sosial dan kehidupan Inggris akibat sistem rusak, liberalisme kapitalisme. Kini juga mulai menjamur di negeri bermayoritas Muslim ini. Tentu saja, sudah selayaknya kaum Muslim di negeri ini membuang jauh-jauh ide liberalisme kapitalisme yang telah nyata kegagalannya.

Sudah saatnya, kaum Muslim kembali kepada tatanan syariah yang berasal dari Tuhan Yang Mahatahu. Sistem ini telah terbukti selama berabad-abad membangun peradaban dan memuliakan generasi. Khilafah harus segera kembali tegak, selamatkan generasi!

Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements