17 Juli 2010

The Most Licentious Pope

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
tabloid remajaWoy D’Riser, ngomong-ngomong soal paus, D’Riser pastinya udah pada mafhum dong kalo yang namanya Paus itu selain nama hewan laut yang jantungnya aja segede mobil, Paus juga merupakan sebutan buat pemimpin spiritual orang Kristen Katolik. Mungkin dalam bayangan kebanyakan orang, yang namanya Paus itu pasti alim banget. Secara, pemimpin spiritual gitu loh. Ternyata mitos itu salah besar brur, karena rupanya ada juga (banyak malah) Paus yang tekenal kontroversial plus bejat moral! Lha?

Salah satu Paus yang paling kontroversial dalam sejarah kepausan adalah Paus Alexander VI. Lahir di Valencia, Spanyol, pada tahun 1431. Nama aslinya adalah Roderic Llancol, tapi kemudian berganti nama jadi Roderic de Borja (Rodrigo Borgia dalam bahasa Italia), ketika pamannya, Alonso de Borja dinobatkan sebagai Paus Calixtus III. Nggak lama setelah diangkat jadi Paus, Calixtus memberi banyak fasilitas kepada ponakannya itu, termasuk jabatan di gereja. Tahun 1456 Rodrigo diangkat jadi Kardinal. Kedudukannya di kepausan terus naik sampai menduduki jabatan vice-chancellor. Jabatannya ini membuat Rodrigo semakin kaya raya.

Sejak masih muda, Rodrigo Borgia memang sudah jadi playboy. Ternyata setelah menyandang status sebagai gerejawanpun, kelakuan Rodrigo yang bejat melebihi hewan nggak pernah berubah. Rodrigo masih suka mengadakan pesta-pesta nudis dan nggak pernah absen di acara orgy alias seks berjamaah. Kelakuan Rodrigo ini sempat dilaporkan pada Paus Pius II (1958-62) yang berkuasa waktu itu, tapi nggak tau kenapa, Rodrigo masih bercokol di Gereja.

Setelah kematian Paus Innocent VIII tahun 1492, Rodrigo jadi kandidat Paus baru. D’Riser pernah nonton film Angels and Demons? Nah, conclave (pemilihan Paus baru) pada waktu itu bener-bener beda jauh dengan di film. Dalam film para pendeta dan kardinal digambarkan sebagai orang yang saleh dan alim. Tapi fakta pada waktu itu menyatakan dengan gamblang bagaimana korupnya kepausan Vatikan. Dengan kekayaannya, Rodrigo menyuap kandidat dan para kardinal yang terlibat dalam conclave hingga akhirnya bisa terpilih jadi Paus. Setelah jadi Paus, kebejatannya malah semakin menjadi-jadi, saking bejatnya bahkan nama Borgia kemudian menjadi ikon kebejatan moral dalam kepausan.

Saat diangkat menjadi paus, Rodrigo sudah punya 4 orang ‘anak haram’ hasil kumpul kebo dengan Rosa Vanozza dei Catani, seorang bangsawan House of Candia yang sudah menikah. Dari hubungan haram itu lahirlah 4 anak haram, 3 orang laki-laki dan seorang perempuan, yaitu Giovanni, Cesare, Goffredo dan Lucrezia. Setelah jadi Paus, anak haramnya nambah 3 orang lagi, tapi nggak jelas siapa ibunya. Menurut Collins Dictionary, total anak haramnya ada 12 orang. Masa kepemimpinannya dalam kepausan dikenal dengan “the Golden Age of Bastards”. Gila bener.

Rodrigo cinta berat sama Rosa Vanozza dan keempat anaknya itu, makanya Rodrigo selalu memberi mereka segala jabatan dan kemewahan. Nggak jarang Rodrigo nyomot kas kepausan untuk menyenangkan gundik dan anak-anak haramnya. Kalau finansial kepausan cekak, Rodrigo mengangkat orang yang ingin jadi kardinal untuk sejumlah bayaran, atau Rodrigo memenjarakan bahkan mengeksekusi orang-orang kaya dengan sejumlah tuduhan palsu. Setelah itu Rodrigo merampok harta mereka dengan wajah tanpa dosa.

Diantara anak haram hasil hubungan Rodrigo dengan gundik-gundiknya, yang paling diistemawakan adalah Cesare dan Lucrezia. Saking sayangnya Rodrigo sama Lucrezia, dia juga melakukan hubungan seks (incest) dengan anak perempuannya sendiri itu. Dalam buku karya Nigel Cawthorne berjudul : Sex Lives of the Popes; Rahasia Kehidupan Seks Para Paus, disebutkan bahwa Paus Alexander VI (si Rodrigo) melakukan incest dengan 3 generasi wanita, yaitu neneknya, ibunya dan 2 orang putrinya sekaligus! Bener-bener gila ni orang.

Skandal paling gila yang pernah dilakukan oleh Rodrigo Borgia mungkin adalah pesta seks yang dia lakukan di istana kepausan! Peristiwa ini tercatat dalam diari yang ditulis oleh Johann Burchard, seorang pendeta Jerman yang merupakan ‘master of ceremonies’ Rodrigo selama jadi Paus. Burchard menyaksikan sendiri pesta-pesta seks yang diadakan Rodrigo. Tertulis dalam diari tersebut, pada Senin malam, 30 Oktober 1501, Cesare Borgia membawa 50 orang pelacur ke dalam istana paus, kemudian mereka menari telanjang di hadapan Paus, Cesare, Lucrezia dan para pelayan Vatikan. Paus malah mengadakan “lomba “ seks yang pemenangnya diberi hadiah sendiri oleh Paus. Setelah itu Paus, Cesare dan Lucrezia juga mengambil pasangan yang disukainya dan ikut larut dalam pesta haram tersebut. Nauzubillah banget dah.

Tahun 1503, akhirnya Rodrigo Borgia mati dengan mengenaskan. Diawali dengan sakit demam yang sangat parah, kemudian perutnya membengkak, wajahnya memerah seperti anggur dan kulitnya mengelupas. Seluruh tubuhnya membengkak, mulutnya menganga dan berbusa. Malah, mayat Paus tersebut mengeluarkan sejenis gas belerang dari segala lubang tubuhnya. Akhirnya perut dan ususnya tak henti-hentinya mengeluarkan darah. Setelah seminggu menggelepar-gelepar dalam penderitaan barulah malaikat pencabut nyawa mengunjunginya.

Burchard juga menulis, saking bengkaknya itu mayat, dia sampai harus meloncat-loncat untuk menjejalkan mayat itu supaya muat dalam peti mati. Peti matinya kemudian ditutupi karpet tua, satu-satunya harta Rodrigo yang tersisa. Rupanya Cesare sudah menyita semua harta bapaknya itu lebih dulu. Anak haram yang selama ini Rodrigo sayangi, pada akhirnya mendurhakai dia juga. Begitulah orang yang hidup bergelimang kemaksiatan, matinya akan penuh dengan kehinaan!


Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements