18 Juli 2010

Rajab: Seruan Penegakkan Khilafah Menggema Di Seluruh Penjuru Bumi Isra' Mi'raj Palestina

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis

Di bulan Rajab ini, seruan penegakkan Khilafah kembali menggema di seluruh kota di tanah tempat mikrajnya Rasulullah Saw., Palestina. Selain terjadinya peristiwa isra' dan mi'raj Nabi Saw, pada bulan Rajab ini juga mengingatkan kaum Muslim atas tragedi menyedihkan yang menjadikan kaum Muslim berada dalam berbagai persoalan hingga hari ini. Tepatnya pada tanggal 28 Rajab 1342 H, institusi pemersatu umat dihancurkan oleh sang pengkhianat, Mustafa Kemal.

Palestina merupakan bumi bersejarah, karena di sanalah terdapat Masjid Al-Aqsa, Baitul Maqdis, tempat mi'rajnya Nabi Saw yang sekelilingnya Allah berkahi. Sejak Khilafah dibubarkan, tempat suci ketiga bagi kaum Muslim ini berada dalam cengkraman penjajahan Israel. Dari tempat ini pula seruan penegakkan Khilafah sebagai perisai umat mulai dikumandangkan, tahun 1953.

Hari ini, bulan Rajab telah mengingatkan kembali kaum Muslim Palestina dan kaum Muslim lainnya tentang pentingnya penegakkan Khilafah sebagai penjaga dan perisai umat. Di bulan Rajab ini seruan penegakkan Khilafah menggema di seluruh pelosok negeri isra' wal mi'raj Palestina, mulai dari Jenin hingga Gaza.

Di Bait Hanina, sebuah simposium berjudul "Khilafah 'ala minhajin Nubuwwah dari Allah Swt" diadakan oleh para pemuda Hizbut Tahrir setempat, Kamis (01/07/10), di sebuah masjid. Syeikh Abu Abdurrahman menyampaikan kuliahnya tentang Khilafah yang sesuai metode kenabian, dari Allah Swt. Di sela-sela seminar, digelar juga pameran buku dan juga potret perjuangan seruan penegakkan Khilafah di berbagai dunia, termasuk muktamar ulama di Indonesia.

Seruan penegakkan Khilafah pun menjadi perbincangan hangat di kamp pengungsi Jenin. Hizbut Tahrir Palestina menggelar seminar Khilafah di sebuah masjid jami' di kamp pengungsi Jenin, 04/07/10. Di sana dijelaskan kebanggaan sejarah kaum Muslim di bawah Khilafah dan tragedi umat tanpa Khilafah.

Sementara beberapa media setempat melaporkan, Hizbut Tahrir juga mengadakan pembicaraan seruan penegakkan Khilafah di desa-desa selatan-barat Ramalah. Kaum Muslim memenuhi ruang seminar. Para pemuda HT menegaskan tema "Khilafah kewajiban dari Allah, menakutkan bagi Barat dan kaki tangannya".

Di akhir acara, diputar film dokumenter kegiatan HT di berbagai neger seperti Australia, Indonesia, Malaysia, Yaman, Turki, Libanon, Kyrgyzstan, India, Pakistan, Bangladesh, Kenya, Belanda, Denmark, Inggris, Amerika dan Palestina untuk memperkuat bahwa HT menyerukan Khilafah global tidak mebatasi Palestina dan Liga Arab.

Hizbut Tahrir Palestina juga menyerukan penegakkan Khilafah di Al-Khalil (Hebron) dengan tema "Al-Khilafah Memuliakan Kalian Wahai Kaum Muslim". Para pemuda Khilafah meninggikan bendera hitam Rasulullah, rayatul 'uqab dan al-liwa seraya menggemakan kalimat takbir. Sementara pasukan otoritas sekuler Palestina berkumpul menunggu bala bantuan, hingga jumlah besar, namun aksi hampir berakhir.

Seorang pemuda HT meneriakkan seruannya usai shalat Jumat, 02/07/10. "Wahai para pemikir, wahai para politisi, wahai para ulama, wahai para pemimpin, wahai para perwira dan prajurit, wahai kaum Muslim, saat kami bertemu dengan Anda hari ini yang mengingatkan penghancuran Khilafah, tidak adak kemuliaan bagi kami kecuali Islam dan negaranya. Maka negara itu menerapkan agama, menyatukan kaum Muslim, dan menghinakan kaum Musyrik, dan membebaskan tanah kaum Muslim dari penjajah kafir," serunya.

Di Qalqiliya, pemuda HT untuk pertama kalinya juga menggelar seruan penegakkan Khilafah, 03/07/10. Meskipun pihak keamanan penguasa sekuler berupaya mengganggu acara. Mereka memaksakan pemeriksaan keamanan di pintu masuk kota dan memeriksa identitas warga serta mencari pemuda HT.

Sementara di tempat lainnya di Hebron, para pemuda HT meninggikan bendera Rasulullah usah pelaksanaan Sholat Jumat di area Masjid, 02/07/10. Seorang pemuda menyampaikan orasinya mengingatkan jamaah penghancuran Khilafah dan kabar gembira kemunculan kembali Khilafah. Gema takbir tak henti-hentinya mengiri seruan penegakkan Khilafah tersebut.

Sumber kantor media HT Palestian melaporkan pihak keamanan sekuler melakukan berbagai upaya mencegah kaum Muslim ikut serta memenuhi undangan HT. Rencananya, untuk mempertegas kembali seruan Khilafah ini, Hizbut Tahrir Palestina akan menggelar konferensi besar di Gaza pada tanggal 13 bulan ini dan Konferensi di Ramalah pada tanggal 17 bulan ini.

Demikianlah, seruan penegakkan Khilafah di negeri yang Allah berkahi. Sekalipun menghadapi berbagai macam rintangan, para pemuda pejuang Khilafah terus menyaringkan perjuangannya untuk melanjutkan kehidupan Islam. Semua ini hanya mengingatkan kita pada sabda Rasulullah Saw.

«لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ لِعَدُوِّهِمْ قَاهِرِينَ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ إِلاَّ مَا أَصَابَهُمْ مِنْ َلأْوَاءَ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ كَذَلِكَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ وَأَيْنَ هُمْ قَالَ بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ وَأَكْنَافِ بَيْتِ الْمَقْدِسِ»
“Akan senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang selalu menegakkan kebenaran dan mampu mengalahkan musuh-musuh mereka. Tidak memadaratkan mereka orang-orang yang menentang mereka, kecuali sekadar kesulitan hidup yang akan menimpa mereka, sampai datang kepada mereka keputusan Allah (Hari Kiamat), sementara mereka tetap dalam keadaan demikian.” Para sahabat bertanya, ”Ya Rasulullah, di manakah mereka berada?” Rasulullah saw. menjawab, “Mereka berada di Baitul Maqdis (al-Quds) dan di sekitar Baitul Maqdis.” (HR. Ahmad dan ath-Thabrani)
sumber: syabab.com

Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements