03 September 2010

LIWA – RAYAH BERKIBAR DI BUMI SILIWANGI

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
Bumi suiliwangi, takbir bergema saat MARU (Mahasiswa baru) menyambut kedatangan tim KALAM dalam sebuah sesi kegiatan yg bertajuk UKM EXPO dalam acara moka (masa orientasi kampus), kamis sore hari (26/8). Sesi ini sengaja di rancang khusus UKM-UKM se-UPI, untuk mengenalkan dan mempromosikan diri kepada MARU.

“kami memang kaget tadinya, baru masuk sudah di sambut takbir, padahal belum apa-apa” curhat seorang personil yg ikut dal tim KALAM, “mungkin, ya karna bendera yang kami bawa kali” tambahnya sambil tersenyum. “kami memang tidak tau makna dari takbir yang di maksudkan MARU, namun apa pun itu, justru hal itu menambah sepirit buat kami” ungkap Didin ketua penyelanggara PMB (penerimaan mahasiswa baru) KALM, “dan kami bangga dengan identitas MUSLIM yang melekat di jiwa kami, kami tak peduli dengan isu teroris atau pun stigma negatif yang di buat-buat untuk mencitrakan muslim, kami bangga menjadi bagian dari UMAT TERBAIK, dan kami bangga menjadi umat yang pernah menguasai 2/3 dunia ini” tambah Didin menggebu.

Pada kesempatan ini, KALAM sengaja membawa bendera Liwa – Raya, “ini kesempatan buat mensosialisasikan bahwa inilah bendera Rasul, bendera yang harus di usung oleh setiap mereka yang mengaku organisasi islam, bukan justru bendera nasionalis yang telah mensekat kita (red. Muslim) yang di usung” jelas Didin panjang lebar”.

Saat ini memang tak sedikit yang menyangka bahwa AL-LIWA – AR-RAYAH adalah bendera dari segolongan organisasi saja, padahal bendera ini adalah jelas bendera Rasulullah, sebagai mana hadit-hadit yang ada, “Rasulullah masuk ke kota Mekah pada waktu fath Mekah, dan liwa beliaw berwarna putih” (HR. Ibnu Majah dari Jabir), “kami taiba di Madinah dan Rasulullah berada di atas mimbar, semantara bilal berdiri di depan beliau sambil menggenggam pedang, dan terdapat Rayah-rayah berwarna hitam” (HR. Al-harits bin Hasan Al-bakri).

Ini merupakan awal, dan akan terus berlanjut hingga janji Allah akan terwujud. Kita berharap semoga saja takan lama lagi panji-panji rasulullah akan segera berkibar dari masyrik (ujung Timur) hingga Magrib (ujung Barat). Takan lama lagi... [M]


Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements