30 Maret 2011

Swing of Lie: Orang Nomor 1 Dunia & Kebohongannya

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis

Siapa tak kenal orang nomor satu di Amerika, Barrack Husein Obama, presiden Amerika –yang merupakan African American pertama- yang otomatis menjadi orang nomor satu di dunia. Dialah orang yang memperbaharui citra Amerika di mata dunia yang kini carut-marut akibat ’ulah’ Bush. Semenjak terpilihnya Obama, dunia berharap Obama bisa menberikan perubahan di dunia. Khususnya bagi AS yang hingga kini tengah dilanda ’sakit berat’ krisis finansial. Bagaimana tidak, tengok saja ketika pelantikannya sebagai presiden AS pada 20 Januari 2008 lalu , perhatian masyarakat dunia kepadanya pun sangat besar –tidak terkecuali dunia islam-. Di Indonesia misalnya, hampir semua rakyat Indonesia bersimpati atas terpilihnya Obama sebagai presiden AS, dan berharap Obama dapat mengatasi persoalan yang ada di dunia, baik itu masalah finansial maupun masalah perdamaian dunia. Namun benarkah hal itu bisa terjadi?

First Step
Amerika yang dipandang buruk di mata dunia akibat ulah pemerintahan Bush, membuat AS menjadi negara yang dibenci dunia –dunia islam khususnya- dan kehilangan kepercayaan dunia. Inilah yang menjadi ladang untuk menuai keperayaan dunia bagi Obama, yakni mengembalikan image AS sebagai negara yang menjunung tinggi nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM), ini adalah sesuatu yang amat penting bagi AS karena menjaga kepercayaan dunia Internasional adalah politik Amerika yang merupakan kepentingan Nasionalnya. Dalam hal ini langkah nyata yang di lakukan Obama adalah menarik kembali pasukan AS yang ada di Afghanistan.
Rencana ini memang terbukti ampuh, citra AS di mata dunia berhasil dipulihkan -bahkan dalam pandangan sebagian besar umat islam-. Dengan Obama sebagai presiden, AS berhasil mendapatkan kembali kepercayaan dunia. Harapan akan perubahan pun semakin membludak. Namun siapa sangka, di balik rencana ’mulia’ pemerintahan Obama ini, ternyata tersimpan tujuan AS yang sesungguhnya.

Tujuannya adalah . . .
Penarikan tentara AS dari negeri-negeri kaum muslimin sesungguhnhya hanya-lah satu dari ribuan rencana AS atas penjajahan yang di lakukan terhadap kaum muslimin. Hal itu di lakukan untuk meraih simpati umat islam –agar umat islam memandang ”kini pembawa perubahan bagi dunia (islam) telah datang"-. Tidak bisa dipungkiri bahwa hal itu memang berhasil dengan baik. Umat islam mulai melirik pemerintahan AS di bawah  pimpinan Obama. Namun seperti yang sudah dipaparkan di atas bahwa rencana ini hanya untuk penyesatan opini politik. Berbeda dengan Bush, Obama lebih menggunakan otak-nya dalam menghadapi musuh-nya. Strategi seperti ini lah yang sering kali ia sebut smart power.
Obama sama sekali tidak beniat untuk berdamai dengan islam. Obama menjadi presiden dengan persetujuan Israel, jika Obama tidak sejalan dengan kepentingan Israel tidak mungkin Obama menjadi presiden di negeri paman Sam tersebut. Bahkan di dalam pidatonya di hadapan pemerintah Israel, Obama sendiri  menegaskan bahwa ia akan memberikan dana sebesar USD 3 miliyar untuk biaya persenjataan perang Israel. Obama juga mengatakan bahwa Amerika di bawah pimpinannya akan mendukung penuh pendudukan Isrel di atas tanah Palestina. Tidak hanya itu, Obama juga meminta persetujuan kongres untuk anggaran operasi militer di Pakistan dan Afganistan senilai USD 83 milyar (TV AlJazeera, 10/4/09). Semakin jelaslah bukti bahwa Obama memang tidak berniat untuk berdamai dengan islam, ucapan Obama tidak memusuhi islam bertentangan dengan tindakannya. Ucapannya itu merupakan bentuk penyesatan opini/politik. Dengan begitu sangatlah jelas bahwa Obama tidak berbeda dengan Bush.
Sebenarnya tujuan AS hanyalah satu, yaitu menyebarkan dan mengukuhkan ideologi Kapitalisme di setiap negeri –terutama negeri muslim-. Untuk apa? Tentu  saja jika semua negara menganut ideologi ini, akan mudah bagi AS untuk mengeruk keuntungan dari sumber daya alam setiap negara tanpa harus di curigai sebagai penjajah! Lihat lah kenyataannya, tidak perlu mengambil contoh yang jauh. Katakanlah Indonesia saat ini sedang berada di dalam cengkraman Kapitalisme. Dan terbukti bahwa AS dapat dengan bebas mengeruk tambang emas di bumi pertiwi –tanpa melakukan invasi seperti di Irak, Afganistan dan negara-negara timur tengah lainnya yang kaya akan minyak-, dan masih mendapatkan kepercayaan pemerintah kita saat ini.  
Perlu di ketahui bahwa landasan ideolgi AS adalah Kapitalis-Sekuler yang menjelma menjadi Imperialis dalam bidang politik luar negeri yang memang bertabiat menjajah, tidak mungkin bisa berdamai dengan siapa dan apa saja yang bertentangan dengan ideologinya; terutama islam –yang aturannya sangat bertentangan dengan aturan kapitalisme-. Amerika dengan Kapitalis-Sekuler nya memasang perangkap di segala sektor, memasukan intelegen yang memegang pemerintahan dan bersedia mengkhianati rakyat –baik  disadari ataupun tidak- demi kepentingan sang negara adikuasa dan ketika mereka berhasil, akan sangat mudah bagi mereka untuk mengendalikan pemikiran, perasaan dan aturan seluruh manusia menguasainya. Karena itu lewat tulisan ini saya ingin mengingatkan, sebagai muslim cukuplah kita berharap kepada Allah saja... Obama sesungguhnya, tidak lain adalah orang yang menjadi penjaga bagi musuh-musuh Allah! BangsaYahudi yang hingga kini menumpahkan darah suci kaum Muslim di Palestina. Bukan hanya itu, Obama jugalah yang memerintahkan pendudukan atas negeri-negeri islam lain seperti di Afganistan, Iraq,  Pakistan, dll. Maka dari itu, masih pantaskah kita berharap pada orang yang secara jelas telah membunuh saudara-saudara kita? Tentu tidak! Hanya kepada Allah lah kita berharap, dan dengan Khilafah Islam lah kita dapat mewujudkan keamanan bagi seluruh muslim bahkan bagi seluruh umat manusia!! ALLAHU AKBAR!!


Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements