12 April 2011

"Demokrasi" Sampah Peradaban

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
PARIS - Hari ini, Senin (11/4/2011), pemerintah Perancis resmi memberlakukan pelarangan niqab bagi muslimah di tempat umum dan secara resmi pula pemerintah bisa menuntut denda sebesar 150 euro (£132) bagi muslimah yang tetap memaksa mengenakan niqab atau burka di ruang publik, Sky News dan Guardian melaporkan. (Arrahmah.com) 

Begitulah fakta yang terjadi di wilayah para jargon demokrasi. Mereka selalu mengatakan tentang kebebasan, menyebarkan 4 pilar kebebasan yang menyesatkan. Selalu berbicara tentang HAM, mengkritik bahkan tak segan untuk menuduh (memberi stigma) pada mereka yang dianggap menyalahi nilai-nilai HAM! Berseru dengan lantang, menunjukan kebengisan mereka terhadap aktivis Islam....

Padahal bukan kasus baru, justru mereka sendirilah yang melanggar  prinsip 'kebebasan' yang mereka buat sendiri. Kita lihat ketika awal perkembangan Turki Modern dengan dasar Sekularisme yang didirikan oleh pengkhianat umat ini, Mustafa Kemal at-Turk -laknatullah 'alaihi-, pasca runtuhnya Khilafah Utsmani pada tahun 1924, Turki yang semula merupakan pusat pemerintahan Daulah Islam menjadi tempat paling ekstrem bagi umat islam, terutama bagi Muslimah. Bagaimana tidak? Dia (Mustafa Kemal) menerapkan kebijakan yang melarang Muslimah di Turki memakai Jilbab. Bagi mereka yang bersikeras meggunakannya, tak segan-segan ditangkap dan dimasukan kedalam penjara! Bukan hanya itu, dia juga mengganti sistem pendidikan Islam menjadi sistem pendidikan Sekuler, yang memisahkan peran agama dalam kehidupan. Merombak total kebudayaan Islam dan menggantinya menjadi kebudayaan yang Sekuler. Hasilnya terbentuklah Turki yang seperti sekarang ini. Itulah hasil dari Demokrasi yang ditawarkan Amerika.


Lain halnya kasus di Turki, maka kita lihat apa yang terjadi di Iraq pada tahun 2003 lalu. Dengan alasan mencari senjata pemusnah massal serta menangkap pelaku Genosida suku Kurdi (Shaddam Hussein), AS meluluhlantakkan satu negara! Membunuh warga sipil termasuk orang tua, wanita, dan anak-anak. Lagi-lagi dengan dalil HAM.

Tentu masih terekam jelas dalam benak kita, bahwa penangkapan aktivis Islam yang ditangkap dan dijebloskan ke penjara, dibunuh, diperlakikan bak binatang oleh para penguasa represif -produk jargon Demokrasi- Timur Tengah. Padahal par aaktivis Islam itu tidak pernah melakukan kekerasan dalam menyampaikan aspirasinya, sama sekali tidak melanggar pilar kebebasan berpendapat yang dibuat oleh Barat. Tapi kenyataannya, mereka diperlakukan seperti penjahat nomer 1 di dunia.

Lain halnya dengan mereka yang melarang pakaian muslimah, di negara jargon Demokrasi! Atau pembantaian di Iraq, Palestina, Afganistan, Hirosima, dll. Hal tersebut tidak pernah dianggap sebagai pelanggaran HAM, penyimpangan Demokrasi, melanggar HAM atau sebagainya. Jika seperti ini, lalu omong kosong apa yang hendak mereka tunjukkan? Kebebasan apa? HAM apa? Mereka yang menyerukan Demokrasi, mereka pula yang melanggarnya.

Bukankah semakin jelas, bahwa Demokrasi barat beserta berbagai ide yang terlahir darinya merupakan sekumpulan omong kosong, ide sampah yang sudah selayaknya kita musnahkan. Kebebasan dalam Demokrasi, merupakan penjajahan bagi kami. Sudah saatnya umat islam di dunia menyadari bahwa hanya dengan Khilafah yang mengikuti metode Nubuwwah lah kebebasan dapat terjamin, tanpa melanggar aturan sang Pencipta tentunya.

[Sejahterakan Indonesia di Bawah Naungan Khilafah]


Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements