06 Mei 2011

Kemerdekaan Hanyalah Alat...

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
Siapa juga yang tak kenal PBB, pasti semua orang tahu sedikit bayak tantang organisasi internasional ini. Dikenal sebagai organisasi yang menyatukan negara-negara bangsa, menghimpunnya untuk menciptakan 'kedamaian dunia'. Namun tujuan mulia nan agung itu menjadi terdengar lucu dan kosong ketika semuanya berhadapan dengan kepentingan AS, sang 'ADIKUASA'.

Bukan hanya itu, jika kita mencermati asal-usul PBB maka kita akan mendapati hal ganjil lainnnya. Percaya atau tidak ternyata PBB dibuat oleh orang-orang Yahudi. Salah satu tujuannya adalah untuk mendapat legitimasi perebutan wilayah tanah kaum muslimin di Palestina. Seperti halnya umat Islam, orang Yahudi pun menganggap Palestina adalah tanah penuh berkah yang telah dijanjikan Tuhannya. Perlu pembahasan khusus dan waktu yang panjang untuk membahas kehidupan para pembangkang ini (maksudnya: Yahudi), tapi jika sobat penasaran tentang sejarah mereka saya hanya bisa memberikan referensi saja silahkan klik disini, insya Allah dikupas secara kritis, cerdas, dan mendalam.

Kembali pada topik masalah. Bersembunyi di balik PBB para pembangkang itu mengendalikan alur kehidupan dunia dan merancang berbagai makar...

Kemerdekaan Hanyalah Alat!!
Kemerdekaan negara-negara terjajah, sejatinya hanyalah alat legitimasi untuk metode penjajahan yang baru! Memang secara de facto dan de jure negara-negara yang terjajah itu sudah memproklamirkan kemerdekaannya. Tapi jika kita menambahkan 'akal sehat' sebagai satu lagi syarat atau tolak ukur "suatu negara dikatakan merdeka", maka jelas sekali bahwa kemerdekaan itu tetaplah omong kosong!

Kita ambil contoh di negeri kita ini, yang dulu pernah selama 350 tahun dijajah oleh bangsa Belanda. Perlu disadari bahwa yang menjajah kita itu bukanlah negara melainkan hanyalah sebuah perusahaan milik bangsa belanda yang kita kenal dengan nama VOC. Nah, VOC ini memiliki satpam yang kita kenal dengan sebutan "kompeni". Itulah yang selama 350 tahun menjarah kekayaan bangsa ini, membuat rakyat menderita, kurang makanan, dsb. Sebuah perusahaan! Lalu kita lihat realitas sekarang, SDA kita kembali dijarah oleh asing atas nama "Kemitraan Komprehensif". Tambang Emas dimiliki oleh Freeport, Minyak dikuasai oleh Exxon, Mata Air kita dirampok oleh Danone, saham-saham BUMN seperti Krakatau Steel, Telkom, Pertamina, dsb dijual ke pihak Asing. Tak cukupkah hal itu dikatakan PENJAJAHAN?? Tentu lebih dari itu. Masyarakat kita kelaparan, anak-anak kekurangan gizi, orang-orang pinggiran banyak memakan nasi aking (sebagai pengganti kulit singkong di masa penjajahan VOC dulu)! Setelah jelas realitas di depan mata kita, masihkah kita mengatakan bahwa kita merdeka?

Merdeka adalah terbebas dari tekanan manapun, hidup bebas hanya untuk menghambakan diri kepada Allah Ta'ala, bukan kepada Amerika, PBB, dan sekutu-sekutunya! Dalam pengaturan urusan dalam negeri pun pemerintah selalu melakukan pesanan  dari sang Tuan, Amerika. Kalau seperti ini apanya yang merdeka. Bahkan saya mendengar dari seorang teman dan memang telah terbukti, bahwa di dalam gedung DPR ada sebuah lembaga Intelijen Amerika (saya lupa namanya), yang memiliki ruangan khusus pribadi!! Gila bukan? Ada intel Asing di gedung DPR!! Artinya semua isi dapur negara ini sudah diketahui oleh negara lain -dalam hal ini oleh Amerika-. Bayangkan ketika urusan 'dapur' sebuah negara diketahui oleh negara lain maka, akan mudah untuk menggolkan kepentingan mereka di negara tersebut. Sebagai contoh, taruhlah ada anggota dewan kita sebut dia si "A". Sia "A" ini orang yang gila harta, ketika ada suatu kepentingan dengan mudah Amerika memberi  dana pelicin untuk menggolkan kepentingannya itu lewat si "A". Itulah yang terjadi terhadap salah satu 'gegedug' POLRI, yang mendapat dana ratusan juta rupiah dari AS, untuk 'mengatur' isu Terorisme di Indonesia. Percaya atau tidak hal itu terjadi dan saya memiliki bukti kuat berupa video. Dalam video itu terlihat si 'gegedug' POLRI itu sedang bagi-bagi uang dengan wajah yang berseri-seri... Dan video itu pernah di perlihatkan di depan acara seminar bulanan yang dihadiri oleh masyarakat umum, dari berbagai kalangan di sebuah Graha di Bandung.

Apa yang saya ingin katakan, sebetulnya bukanlah bukti-bukti tersebut. Namun sudah berapa lama kita merdeka namun mengapa kebebasan itu tidak kita dapatkan?? Sudahkah masyarakat di negeri ini cukup makan? Terpenuhi kebutuhannya, pendidikan, kesehatan dsb?


Saudaraku...
Sungguh selama kita menerapkan aturan yang seperti sekarang ini, selamanya kitat idak akan merasakan Kemerdekaan yang Sejati! Karena di dalam sistem yang menuhankan manusia ini, hanyalah dipenuhi omong kosong dari orang-orang yang berkepentingan!! Sudah saatnya kita memproklamirkan kemerdekaan kita dengan menerapkan ISLAM sebagai solusi bagi kehidupan. []ryuuzaki

Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements