31 Desember 2011

Fwd: [Forum Silaturahmi dan diskusi kehidupan dalam pandangan Islam] Hikmah: Ujian Itu Mendewasakan

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
---------- Forwarded message ----------
From: Abdul Aziz Ar-Ra'uuf <notification+zj4oyaca99y6@facebookmail.com>
Date: Wed, 28 Dec 2011 00:56:35 -0800
Subject: [Forum Silaturahmi dan diskusi kehidupan dalam pandangan
Islam] Hikmah: Ujian Itu Mendewasakan
To: Forum Silaturahmi dan diskusi kehidupan dalam pandangan Islam
<141214829251049@groups.facebook.com>

Abdul Aziz Ar-Ra'uuf mengirimkan sesuatu di Forum Silaturahmi dan
diskusi kehidupan dalam pandangan Islam

Hikmah: Ujian Itu Mendewasakan

"Sungguh, besarnya pahala tergantung besarnya ujian. Jika Allah
mencintai suatu kaum..Allah pasti mengujinya…." (HR Tirmidzi)

Kehidupan adalah sebuah perjalanan panjang menuju sebuah kesempurnaan
keabadian. Dalam perjalanan panjang ini sudah dapat dipastikan tidak
mungkin akan lurus saja tanpa adanya tikungan dan hambatan. Pastinya
perjalanan ini sulit lagi berat. Jalannya berliku, kadang menurun dan
mendaki. Itulah ujian. Fitrah dari sebuah kehidupan.

"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan, "Kami
telah beriman, sedangkan mereka tidak diuji lagi?" (QS Al-Ankabuut: 2)

Setiap kali kita memasuki babak baru kenaikan tingkat di sekolah atau
di dunia kerja, pastinya ada tes atau ujian yang harus kita lalui
terlebih dahulu. Ujian tersebut bisa berupa tulisan maupun lisan yang
pastinya akan menyita banyak tenaga dan pikiran kita. Belajar,
bekerja, berpikir bagaimana agar dapat melaluinya dan mendapatkan
hasil terbaik guna kelancaran sekolah atau pekerjaan. Maka begitu pula
dengan kehidupan ini. Di tiap fasenya ada ujian-ujian yang harus kita
lalui sebagai syarat kenaikan tingkat untuk mencapai derajat taqwa
yang lebih tinggi lagi.

Ujian tentunya bertingkat sesuai dengan kualitas iman seseorang.
Semakin tinggi tingkatan imannya, semakin berat pula ujiannya.
Sebaliknya, rendahnya tingkatan iman seseorang, tentu saja ujiannya
pun akan lebih ringan. Dalam hal ini Rasulullah saw pernah
menggambarkan tingkatan ujian itu sebagai berikut : "Tingkat berat
- ringannya ujian, disesuaikan dengan kedudukan manusia itu sendiri.
Orang yang paling berat menerima ujian adalah para Nabi, kemudian
orang yang lebih dekat derajatnya kepada mereka berurutan secara
bertingkat. Orang diuji menurut tingkat ketaatan kepada agamanya. Jika
ia sangat kukuh kuat dalam agamanya, diuji pula oleh Allah sesuai
dengan tingkat ketaatan kepada agamanya. Demikian bala dan ujian itu
senantiasa ditimpakan kepada seorang hamba sampai ia dibiarkan
berjalan dimuka bumi tanpa dosa apapun." (HR. Tirmidzi)

Dalam salah satu ayatnya, Allah juga berfirman: "Allah tidak membebani
seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Al Baqarah: 286).

Begitulah karakteristik ujian. Maka yakinlah bahwasannya ujian
hanyalah skenario yang dibuat oleh Allah untuk menyeleksi
hamba-hamba-Nya. Sebagai sebuah batu loncatan untuk menuju taraf
keimanan yang lebih tinggi lagi. Bahwasannya ujian merupakan cara
Allah untuk mendewasakan hamba-hambaNya. Maka yakinlah;

" Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sungguh sesudah
kesulitan itu ada kemudahan.."

Wallahu'alam.

Untuk mengomentari kiriman ini, balas email ini atau kunjungi:


http://www.facebook.com/n/?groups%2F141214829251049%2F306735566032307%2F&mid=564d6f1G5af359d9d0e0Gb217dfG96&bcode=H7J4fPhb&n_m=islammus%40gmail.com

=======================================
Balas email ini untuk menambahkan komentar. Ubah pengaturan pemberitahuan:
http://www.facebook.com/n/?groups%2F141214829251049%2F&view=notifications&mid=564d6f1G5af359d9d0e0Gb217dfG96&bcode=H7J4fPhb&n_m=islammus%40gmail.com


Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements