13 April 2012

Membangun Pribadi Berkarakter

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
”TARGET BESAR akan tercapai dengan AKSI BESAR.
AKSI BESAR akan terlaksana hanya oleh mereka yang ber- KARAKTER KUAT”


Dalam dunia bisnis, sumber keunggulan kompetitif berganti dari waktu ke waktu. Sumber daya manusia merupakan kunci utama untuk meraih keunggulan kompetitif, karena sumber daya manusia adalah faktor yang unik yang tidak bisa disamakan dengan sumber daya lainnya. Fungsi sumber daya manusia mempunyai peranan  penting dalam perusahaan. Faktor manusia tidak lagi hanya sebagai faktor produksi, tetapi telah dianggap sebagai asset perusahaan. Perusahaan tidak lagi mengandalkan teknologi, hak paten maupun posisi strategis, tetapi lebih memfokuskan pada pengelolaan tenaga kerjanya.
Akar kata karakter dapat dilacak dari kata Latin kharakter, kharassein, dan kharax, yang maknanya "tools for marking", "to engrave", dan "pointed stake". Kata ini mulai banyak digunakan (kembali) dalam bahasa Perancis caractere pada abad ke-14 dan kemudian masuk dalam bahasa Inggris menjadi character, sebelum akhirnya menjadi bahasa Indonesia karakter. Dalam Kamus Poerwadarminta, karakter diartikan sebagai tabiat; watak; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang daripada yang lain. Dengan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa membangun karakter (character building) adalah proses mengukir atau memahat jiwa sedemikian rupa, sehingga `berbentuk' unik, menarik, dan berbeda atau dapat dibedakan dengan orang lain. Ibarat sebuah huruf dalam alfabet yang tak pernah sama antara yang satu dengan yang lain, demikianlah orang-orang yang berkarakter dapat dibedakan satu dengan yang lainnya (termasuk dengan yang tidak/belum berkarakter atau `berkarakter' tercela).
Dalam tulisan bertajuk “Urgensi Pendidikan Karakter” di laman resmi Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Suyanto, Ph. D menjelaskan bahwa “karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat”.
Disiplin diri merupakan hal penting dalam setiap upaya membangun dan membentuk karakter seseorang. Sebab karakter mengandung pengertian:
(1) Suatu kualitas positif yang dimiliki seseorang, sehingga membuatnya menarik dan atraktif;
(2) Reputasi seseorang; dan
(3) Seseorang yang unusual atau memiliki kepribadian yang eksentrik.
Karakter seseorang disengaja atau tidak, didapatkan dari orang lain yang sering berada di dekatnya atau yang sering mempengaruhinya, kemudian ia mulai meniru untuk melakukannya. Oleh karena itu, seorang anak yang masih polos seringkali akan mengikuti tingkah laku orang tuanya atau teman mainnya, bahkan pengasuhnya. Erat kaitan dengan masalah ini, seorang psikolog berpendapat bahwa karakter berbeda dengan kepribadian, karena kepribadian merupakan sifat yang dibawa sejak lahir dengan kata lain kepribadian bersifat genetis. Ron Kurtus seorang pendiri Situs Pendidikan “School of Champion”, berpendapat bahwa karakter adalah satu set tingkah laku atau perilaku (behaviour) dari seseorang sehingga dari perilakunya tersebut, orang akan mengenalnya “ia seperti apa”. Menurutnya, karakter akan menentukan kemampuan seseorang untuk mencapai cita-citanya dengan efektif, kemampuan untuk berlaku jujur dan berterus terang kepada orang lain serta kemampuan untuk taat terhadap tata tertib dan aturan yang ada.
Beberapa karakter yang sudah kita ketahui antara lain;
1.      pemarah,
2.      pemalu,
3.      pembohong,
4.      jujur,
5.      pengiri,
6.      munafik,
7.      penolong,
8.      penyabar,
9.      relijius,
10.  materialistis,
11.  egois,
12.  dermawan,
13.  sombong,
14.  pendiam,
15.  tanggung-jawab,
16.  tidak-tahu-malu,
17.  penurut,
18.  otoriter,
19.  penyayang,
20.  pendendam,
21.  tidak tahu-diri
22.  dan lain sebagainya.
Karena karakter terbentuk dari proses meniru yaitu melalui proses melihat, mendengar dan mengikuti, maka karakter, sesungguhnya dapat diajarkan secara sengaja. Oleh karena itu seorang anak bisa memiliki karakter yang baik atau juga karakter buruk tergantung sumber yang ia pelajari atau sumber yang mengajarinya.
Dalam dunia bisnis, sumber keunggulan kompetitif berganti dari waktu ke waktu. Sumber daya manusia merupakan kunci utama untuk meraih keunggulan kompetitif, karena sumber daya manusia adalah faktor yang unik yang tidak bisa disamakan dengan sumber daya lainnya. Fungsi sumber daya manusia mempunyai peranan  penting dalam perusahaan. Faktor manusia tidak lagi hanya sebagai faktor produksi, tetapi telah dianggap sebagai asset perusahaan. Perusahaan tidak lagi mengandalkan teknologi, hak paten maupun posisi strategis, tetapi lebih memfokuskan pada pengelolaan tenaga kerjanya.
Seperti halnya abad XXI yang mempunyai julukan-julukan sebagai Abad Sains dan Teknologi (The Age of Science and Technology) dan Abad Kecemasan (The Age of Anxiety), abad XXI pun mulai mendapat macam-macam julukan, seperti Abad Teknologi Canggih (The Age of Hi Tech), dan Abad Globalisasi. Semuanya mengisyaratkan bahwa abad 21 ditandai oleh berbagai perubahan serba cepat dalam hampir segala bidang kehidupan. Sebagai contoh, hadirnya teknologi internet dan fenomena globalisasi dengan pasar-bebasnya memberi dampak yang luas pada kehidupan manusia secara pribadi dan sosial. Informasi apa pun dari dalam dan luar negeri menjadi mudah diperoleh bagi mereka yang memanfaatkan teknologi tersebut. Hal ini tentunya berpengaruh hampir pada semua aspek kehidupan. Noe, et al. (2000) menyatakan bahwa sumber daya manusia mempunyai fungsi penting dalam menentukan kesuksesan ketika perusahaan menghadapi tantangan-tantangan globalisasi. Tantangan- tantangan tersebut terdiri atas pasar global yang semakin luas, daya saing sumber daya manusia di pasar global dan bagaimana mempersiapkan sumber daya manusia untuk menghadapi pasar tenaga kerja.
Menghadapi hal itu tentu saja kita harus bersikap proaktif dalam menentukan strategi, antara lain meningkatkan kualitas SDM, dalam artian meningkatkan kemampuan dan ketrampilan, memperkuat motivasi dan gairah kerja, serta memanfaatkan peluang. SDM tangguh adalah mereka memiliki kemampuan dan ketrampilan tinggi, menguasai bidang kerjanya, luwes dalam pergaulan, cerdas, dapat dipercaya dan bertanggunjawab. SDM dengan kualitas ini diharapkan memiliki kemampuan merespon tantangan jaman, memanfaatkan peluang serta mewujudkan visi, misi, strategi dan program yang ditentukan serta mampu mengatasi berbagai kendala. Mereka adalah (calon-calon) pemimpin tangguh dengan integritas kepribadian yang mantap. Pribadi-pribadi demikian merupakan integrasi dan sinergi dari kompetensi tinggi, dan karakter terpuji.
Perkembangan dalam mengelola sumber daya manusia, diketahui bahwa kesuksesan seseorang bekerja bukan semata-mata didasarkan keterampilan dan kecerdasan intelektual (IQ) yang tinggi, tetapi didasarkan juga pada kecerdasan emosional (Emotional Quotient/EQ). EQ memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk kesuksesan sumber daya manusia baik secara individu maupun kelompok dalam menghadapi tantangan-tantangan globalisasi. Yang disertai kekuatan pribadi yang berkarakter, pribadi yang memiliki life grandesign yang sudah ia buat sebagai guidenbook dalam menjalani kehidupan. Banyak manusia yang tidak memiliki  life grandesign sehingga menjalani kehidupan ini bagaikan air mengalir, orang seperti ini lah yang tidak memiliki karakter. Karakter adalah kumpulan kualitas dan reaksi dalam diri individu. Permasalahannya adalah apakah ada ciri khas yang membuat karakter kita menonjol dan lebih berarti ketimbang orang lain? Bila ada, maka orang lain bisa dengan mudah menggambarkan karakter kita. Orang yang berkarakter tidak sama dengan orang baik. misalnya, selalu ramah dan baik hati. Namun, cara berjalan-nya seperti layang-layang putus. Bila berjabat tangan terasa jabatan yang tidak menggenggam. Orang yang dikatakan berkarakter biasanya dikenali sebagai orang yang dikagumi dan direspek, bisa membedakan hal baik dan buruk dengan tegas, serta menjadikan lingkungannya lebih baik.

Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements