16 Agustus 2012

Hedonisme Mahasiswa

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis


Hedonisme Mahasiswa
Realitas bangsa yang buruk gara-gara bedebah kapitalisme global seharusnya membuka hati mahasiswa untuk bersatu, bergerak, tegakkan ideologi Islam.(blackorange troop UIN Jakarta)

Mahasiswa sebagai Agent of Change
Mahasiswa adalah elemen masyarakat yang terdefinisikan sebagai kaum intelek, berdaya nalar tinggi, kritis dan idealis. Dengan potensi intelektual di atas rata-rata,
mahasiswa sering didaulat sebagai Agent of Change (AoC). Mereka diharapkan berperan dalam perubahan yang membawa negeri ini menuju tatanan yang lebih baik. Bahkan seharusnya mahasiswa tampil di garda terdepan sebagai lokomotif perubahan dalam menumbangkan segala kezhaliman yang nyata di depan batang hidung mereka.

Negeri Ironi
Tak terhitung sudah kezhaliman yang merongrong negeri ini. Negeri zamrud khatulistiwa dengan sumberdaya alam melimpah ini tengah mengalami ironi. Harusnya penguni negeri ini sejahtera namun gara-gara tatanan ekonomi kapitalistik rakyatnya kelaparan di lumbung padi, mengemis di negeri sendiri, gara-gara sistem pendidikan materialistik generasinya cemen dan hedonis, gara-gara sistem politik yang oportunistik para pemangku kepentingan jauh dari kepentingan rakyat, perut mereka merekah di tengah rakyatnya yang kurus kering. Belum lagi mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan membuat rakyat kecil seolah dilarang bersekolah sekaligus dilarang hidup sehat.
Beruntung! Ya, beruntung mahasiswa yang masih bisa mengeyam pendidikan tinggi sekarang ini, karena di belahan negeri sana masih banyak mereka yang ingin dan pantas untuk menuntut ilmu di kampus tapi sulit dan atau dipersulit. Oleh karena itu, merupakan bentuk penghianatan ketika mahasiswa -apalagi mereka yang berkecukupan- menyia-nyiakan identitas mereka sebagai kelompok perubahan alias agent of change.

Racun Hedonisme
Sayangnya racun hedonisme sebagai turunan kapitalisme-sosialisme juga menjalari kaum intelek ini, merusak otak dan akal, memutus syaraf dan mengoyak-ngoyak hati suci mereka. Alih-alih aktif merubah kondisi negeri yang ada, mereka malah terbuai di lautan hedonisme. Dus, fungsi mereka jadi mandul.
Aktif pacaran. Pintu seks bebas ini banyak digemari mahasiswa. Tak sedikit yang akhirnya kumpul kebo di kos-kosan gara-gara aktif pacaran. Awalnya dianggap biasa saja toh sudah maklum namanya juga anak muda. Itulah tipu daya setan. Dasar kelewat pintar mungkin hingga peringatan tuhan untuk tidak mendekati pintu seks bebas dilanggar juga, dan akhirnya merusak segalanya.
Gila nilai dan kerjaan tapi lupa tanggung jawab sosial. Bagus, semestinya memang nilai tidak dikesampingkan tapi yang salah kaprah adalah gila nilai tapi hatinya mati. Pikirnya, “bodo amat yang penting gue pinter”. Mendingan kalau memang jujur. Tak sedikit pula yang hasil nyontek.
Sebagai AoC, mahasiswa memang perlu aktif di organisasi tapi percaya atau tidak, hati-hati dengan pragmatisme dalam organisasi. Organisasi juga buatan manusia rawan terjangkit virus hedonisme. Yang di perlukan AoC adalah gerakan dengan visi dan misi perjuangan yang jernih. Tulus seikhlas hati untuk perubahan dengan konsep dan metode yang jelas, tidak sekedar modal semangat, jargon-jargon tapi miskin konsep dan solusi apalagi realisasi.
Sampahnya lagi mahasiswa-mahasiswa di atas acuh kondisi negeri apalagi kondisi global. Diskusi politik dihindari apalagi diskusi pemikiran, ngak banget!
Lebih sampah lagi mahasiswa pengikut budaya cemen. Ramai-ramai ikutan boyband, jingkrak-jingkrakan. Ada juga yang kelewat gila sama si kulit bundar alias sepakbola begitu juga main games. Pintarnya mereka nonton dan main games itu sampai-sampai meninggalkan tugas yang wajib apalagi yang namanya shalat!

Obat untuk Mahasiswa Hedonis
Mahasiswa-mahasiswa berjenis hedon di atas perlu diobati. Hedonisme adalah penyakit lupa, lupa hakikat kehidupan. Mahasiswa hedon adalah mahasiswa lupa, lupa bahwa kehidupan pasti berakhir. Dia pikir enak hidup tanpa aturan yang benar? Dia pikir hedonisme yang ia turuti adalah jalan kebahagiaan yang hakiki? Ingatlah wahai kaum intelektual, aktifitasmu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT!
Wahai golongan dambaan umat, bersatulah bersama kawanmu mengemban risalah Islam, pupuk kepribadian Islam dalam diri dan lawan segala bentuk hedonisme di sekelilingmu. Bergeraklah bersama-sama kawanmu melawan hegemoni kapitalisme sebagai pangkal segala kezhaliman, tegakkanlah ideologi Islam dalam bingkai negara khilafah sebagai satu-satunya ideologi shahih yang akan mensejahterakan dunia. Allahu Akbar!



Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements