21 Februari 2010

Ataukah mereka dengki pada manusia atas apa yang Allah karuniakan kepadanya? | Qalbun Salim

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
Dari:
Debyan Haji Prastyo
Kepada:
Anggota QOLBUN SALIM

Pesan:
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Apa kabar temen-temen? Semoga kebaikan selalu menyertai langkah kita.
Salam serta shalawat semoga tetap atas junjungan Nabi Muhammad
Shallallahu 'alaihi wasallam beserta keluarga dan sahabatnya.

"Ataukah mereka dengki pada manusia atas apa yang Allah karuniakan kepadanya?"

Kedengkian (hasad) itu seperti makanan asin yang senantiasa merapuhkan
tulang. Hasad itu juga seperti penyakit kronis yang selalu
menggerogoti tubuh pelan-pelan hingga rusak dan membusuk. Ada
ungkapan: "Tak ada yang menyenangkan dari seorang pendengki, karena ia
akan selalu menjadi musuh dalam selimut." Ada pula orang-orang yang
berkata seperti ini: "Celaka benar seorang pendengki; memulai dengan
persahabatan dan mengakhiri dengan pembunuhan."

Saya berusaha mencegah diri pribadi saya dan juga Anda agar tidak
mengidap penyakit dengki. Ini merupakan wujud kasih sayang saya
terhadap diri saya sendiri dan terhadap Anda sebelum dapat mencurahkan
kasih sayang kepada orang lain. Bagaimanapun, dengan dengki terhadap
orang lain, kita sama halnya dengan memberi makan kegalauan kepada
daging-daging kita, memberi minum kegelisahan kepada darah kita, dan
menebarkan rasa kantuk pelupuk mata kita kepada orang lain.

Seorang pendengki, ibarat orang yang menyalakan pemanggang roti, lalu
setelah panas ia menceburkan dirinya sendiri ke dalam pemanggang itu.
Keresahan, kecemasan dan kegelisahan hidup merupakan penyakit-penyakit
yang dilahirkan oleh sifat dengki untuk mengakhiri ketentraman,
kesejahteraan dan kebahagiaan hidup. Bencana besar yang menimpa
seorang pendengki adalah dikarenakan ia selalu melawan qadha'
(ketentuan Allah), menuduh Allah tidak adil dalam kebijakan-Nya,
melecehkan syariat, dan selalu menyeleweng dari ajaran-ajaran yang
disampaikan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Sungguh kedengkian itu merupakan penyakit yang tidak bakal
mendatangkan pahala, dan bukan cobaan yang akan mendatangkan balasan
baik dari Allah bagi para pelakunya. Seorang pendengki akan selalu
panas ketika melihat orang lain mendapatkan kenikmatan dan kelebihan.
Dan itu akan berlanjut sampai ia mati, atau kadang sampai kenikmatan
orang lain tadi sudah tidak ada lagi.

Semua orang boleh diajak bersahabat, kecuali seorang pendengki. Sebab
seorang pendengki akan selalu membawa kita agar menyepelekan
nikmat-nikmat Allah, menanggalkan semua kepribadian baik kita,
melepaskan ciri kehormatan kita, dan meninggalkan semua sejarah baik
kita. Itulah hal-hal yang akan membuat seorang pendengki menerima -
meski mungkin dengan berat hati - Anda sebagai sahabatnya. Akan
tetapi, bukankah kita harus berlindung kepada Allah dari kejahatan
seorang pendengki ketika mendengki? Betapapun, seorang pendengki itu
tetap seperti ular hitam berbisa yang tidak akan pernah diam sebelum
menyemburkan bisanya pada tubuh yang tak berdosa.
Sungguh, saya peringatkan diri saya dan Anda agar jangan sekali-kali
mencoba untuk memiliki rasa dengki. Berlindunglah kepada Allah agar
tidak bergaul dengan seorang pendengki, karena Dia-lah yang selalu
mengawasi Anda!

Wallahu a'lam.

Semoga bermanfaat.

^^Bersihkan hati menuju ridha Ilahi^^

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Diposting juga ke :

http://debyanhajiprastyo.blogspot.com/


Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements