15 Februari 2010

Etika Berdoa | Qalbun Salim

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
http://debyanhajiprastyo.blogspot.com

Dari:
Debyan Haji Prastyo
Kepada:
Anggota QOLBUN SALIM

Pesan:
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Apa kabar sahabat? Semoga tetap khusyu' dalam doa memohon kebaikan
kepada-Nya, karena itu bersyukurlah kita memiliki Rabb Yang Maha
Memperkenankan doa. Dalam berdoa tentunya harus dengan menggunakan
etika. Untuk kali ini kita akan membahas mengenai;

# Etika Berdoa

Hendaknya orang yang akan berdoa memerhatikan waktu-waktu yang utama
untuk berdoa dan dalam keadaan berwudhu, menghadap kiblat, melirihkan
suara serta merendahkan diri, meyakini bahwa doanya akan dikabulkan,
serta selalu mengulangi doanya.

Pada saat kita akan berdoa, hendaknya kita memulainya dengan menyebut
nama Allah Subhanahu wata'ala, bershalawat kepada Nabi Muhammad
Shallallahu 'alaihi wasallam, dan menyelesaikan permasalahan dengan
orang-orang yang ia zalimi sebelum ia berdoa.

@ Keutamaan Bershalawat Kepada Nabi.

Diriwayatkan bahwa suatu ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam
datang membawa kabar gembira. Wajah beliau terlihat sumringah, lalu
berkata,

"Sungguh Jibril Alaihissalam telah datang kepadaku dan berkata, 'Wahai
Muhammad, apakah engkau tidak senang jika seseorang dari umatmu
bershalawat kepadmu sekali dan akan kubalas dengan shalawat sepuluh
kali untuknya.'" (HR Ahmad, Nasa'I, dan Hakim)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"Siapa saja yang bershalawat kepadaku melalui tulisan, maka para
malaikat akan terus berdoa dan memohonkan ampun untuknya selama namaku
masih ada dalam tulisan itu."

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda,

"Siapa saja yang bershalawat kepadaku, maka para malaikat akan
mendoakannya selama ia selalu bershalawat kepadaku. Karenanya,
terserah seorang hamba, apakah ia akan bershalawat dengan jumlah
sedikit atau banyak." (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

@ Keutamaan Istighfar.

Allah subhanahu wata'ala berfirman,

"Dan (juga) orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau
menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan
atas dosa-dosanya..." (Ali Imran : 135)

Allah subhanahu wata'ala berfirman,

"....dan orang yang memmohon ampun pada waktu sebelum fajar." (Ali Imran : 17)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"Sungguh aku beristighfar dan bertobat kepada Allah Subhanahu wata'ala
dalam sehari semalam sebanyak 70 kali." (HR Ahmad, Ibnu Majah, dan
Tirmidzi)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"Tidaklah berdosa orang yang memohon ampun, walaupun ia kembali
berbuat dosa 70 kali dalam sehari." (HR Abu Dawud, Baihaqi, dan
Tirmidzi)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"Siapa saja yang berbuat dosa, sedangkan ia mengetahui bahwa Allah
Subhanahu wata'ala melihatnya, maka dosanya diampuni, meskipun ia
tidak minta ampun." (HR Thabrani)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda,

"Allah Subhanahu wata'ala berfirman, 'Wahai hamba-hamba-Ku, setiap
diri kalian memiliki dosa kecuali yang Aku selamatkan. Maka, mintalah
ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni dosa kalian. Dan siapa
yang menyakini bahwa Aku berhak mengampuni dosanya, niscaya Aku
mengampuninya tanpa memedulikan dosanya.'" (HR Ahmad)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"Siapa saja yang mengucapkan, 'Subhaanaka zhalamtu nafsii wa 'amiltu
suu'an, faghfir lii innahu laa yaghfirudz- dzunuuba illaa anta (Maha
Suci Engkau, wahai Rabb-ku, hamba telah menganiaya diri hamba dan
berbuat dosa, maka ampunilah dosa-dosa hamba. Sungguh, tiada yang
berhak mengampuni dosa-dosa hamba kecuali Engkau,' maka Aku ampuni
dosa-dosanya, walaupun seperti jalannya semut."

Fudhail berkata, "Bertobat tetapi tidak berhenti berbuat dosa adalah
tobat para pendusta."
Wallahu a'alam.
Semoga bermanfaat.

^^Bersihkan Hati Menuju Ridha Ilahi^^
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Diposting juga ke :
http://debyanhajiprastyo.blogspot.com/

Sumber : Mukhtashar Ihya Ulumuddin


Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements