09 Maret 2010

HAKIKAT BERPIKIR

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
Berpikir adalah suatu hal yang tak bisa terlepas dari kehidupan, di kampus/sekolah, di pasar, di mesjid, bahkan di ladang sekali pun, manusia tidak terlepas dari yang namanya berpikir. Biasanya berpikir akan diawali karna adanya pertanyaan-pertanyaan(permasalahan) yang membutuhkan pemecahan/jawaban. Pertanyaan ini bisa berjenis pertanyaan kenapa? kapan? dimana? apakah? dan lain sebagainya.
Meski kehidupan manusia tidak terlepas dari aktifitas berpikir, tapi tak jarang manusia yang ketika ditanyakan depinisi dari berpikir itu apa, malah kelimpungan, sikut kiri sikut kanan karna memang tak bisa menjawabnya.
Bila di lihat dari aktifitas berpikir itu sendiri, dapat kita lihat bahwa dalam berpikir itu pertama membutuhkan adanya fakta, hal yang jadi objeknya adalah nyata, bisa berupa benda ataupun yang lainnya. kedua membutuhkan adanya indra, bisa berupa indra penglihatan(mata), pendengaran(telinga), penciuman(hidung), pengecap(lidah), dan peraba(kulit). ketiga membutuhkan adanya otak untuk berpikir, tentunya otak disini adalah otak yang normal/tidak terganggu, yang bisa di gunakan untuk berpikir. keempat adanya informasi sebelumnya, ini juga merupakan hal penting dalam proses berpikir, karna informasi sebelumnya ini akan menjadi faktor penentu pada kesimpulan. misalkan di hadapan kita ada dua buah benda (fakta), mis. benda 1 dan benda 2, kemudian ada suatu pertanyaan "apa nama kedua benda tersebut?" maka segera mata (indra) kita melihat terhadap benda tersebut, kemudian selanjutnya otak kita akan segera berpikir apa benda yang ada di hadapan kita tersebut, dalam pengambilan kesimpulan, setiap orang akan berbeda-beda, si A menyebutkan bahwa benda 1 adalah koran dan benda 2 adalah komputer, dan si B menyebutkan benda 1 itu majalah dan benda 2 itu TV, hal ini dikarnakan adanya pengaruh informasi sebelumnya. si A akan tetap menyebutkan benda 1 itu koran maski pada kenyataannya itu adalah majalah, begitupun si B akan tetap menyebutkan bahwa benda 2 itu TV meski pada kenyataannya adalah komputer.
Dari paparan diatas bisa kita simpulkan bahwa berpikir itu adalah suatu proses transfer/memindahkan fakta(benda) melalui indra, ke otak untuk kemudian di olah dan di hasilkan data sesuai dengan informasi yang di peroleh sebelumnya.
Dalam proses mencari akidah, seseorang akan mengatakan bahwa tuhan itu adalah materi bila sebelumnya ia berpandangan dan berkyakinan tuhan itu materi, dan seseorang akan berpandangan bahwa tuhan itu Allah bila keyakinannya seperti itu. akidah akan kokoh bila di tempuh melalui proses berpikir yang benar, para sahabat rosul mempunya keimanan yang begitu kokoh dan kuat dikarnakan dalam proses pencarian akidahnya adalah melalui proses berpikir yang benar, karna memang akidah islam akan selalu senantiasa selaras dengan fitrah manusia, memuaskan akal pikiran, dan menenangkan jiwa, sehingga tak akan ada yang bisa menyangkalnya.
Meski dalam membangun akidah yang kokoh itu adalah harus dengan proses berpikir namun dalam islam ada hal-hal yang tak bisa di cerna dan di pikirkan dengan logika semata, ini dikarna kan ajaran islam adalah ajaran yang langsung datang dari Allah melalui rosulnya, ada hal-hal yang tak dapat terjangkau oleh pikiran manusia (gaib). maka dalam proses pemiliran kebenaran harus di awali terlebih dahulu dengan proses pemikiran terhadap kebenaran Allah, kitab dan rosul-Nya.
Kebenaran adanya Allah dapat kita pikirkan melalui perenungan terhadap manusia, alam, dan kehidupan. Bila kita renungkan, tak mungkin alam yang begitu indah, fisik manusia yang begitu sempurna, dan alam yang begitu teratur mengikuti hukum alam ini(misal matahari, peredaran bumi dan pelanet lain, teraturnya bulan mengelilingi bumi, dll), mustahil tak ada yang menciptakan, sebuah kursi bahkan pensil sekali pun pasti ada yang menciptakan, apalagi alam yang begitu besar ini. pertanyaannya, siapa yang menciptakan semua ini? manusia, manamungkin manusia yang serba lemah ini mampu menciptakan bumi yang besar ini, langit yang megah, dan semut yang kecil namun begitu teratur organ tubuhnya. jangankan untuk membuat hal yang besar seperti itu, untuk mengingat pekerjaan yang telah di lakukan kemarin pagi pun tak jarang manusia mengalami lupa, atau mungkin ada yang masih ingat, coba bila setahun atau sebulan atau mungkin seminggu yang lalu jam 8 malam sedang melakukan apa, maka kita selaku manusia takan mampu menjawabnya, itu menunjukan bahwa manusia/mahluk lain, mempunyai sipat lemah. Dengan demikian berita bahwa tuhan itu adalah Allahadalah benar adanya. kemudian kitab(al-qur'an) bisa kita buktikan dengan menghadirkan kemungkinan-kemungkinan,
1. al-qur'an buatan manusia biasa
2. al-qur'a di buat oleh muhamad sendiri
3. al-qur'an itu kalamullah.
kemunkinan-kemungkinan diatas dapat kita analisi satu persatu, kemunkinan pertama yang menyebutkan bahwa Qur'an adalah buatan manusia, bisa di di sangkal dengan memperhatikan ayat al-quran sendiri, apa mungkin manusia dapat membuat al-quran yang di dalanya terdapat ayat-ayat yang begitu mengagumkan, bahkan di dalam al-quran sendiri ada ayat yang menangtang manusia untuk membuat ayat yang semisal
وَإِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُواْ بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِ وَادْعُواْ شُهَدَاءكُم مِّن دُونِ اللّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ ﴿٢٣﴾
023. Dan jika kamu (tetap) dalam kerahuan tentang Al-quran yang kami wahyukan kepada hamba kami (Muhamad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-quran itudan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (Al-bakarah:23).
begitu pun kemungkinan kedua dapat di sangkal dengan memperhatikan hadits, lalu kita bandingkan antara kosakata dalam hadits dan dalam ayat al-quran, akan kita dapati perbedaan yang signipikan di antara keduanya, dan otomatis perkiraan qur'an buatan Muhamad itu adalah salah, karna dapat kita pikirkan bagaimanamungkin ada perbedaan yang jelas dalam qur'an dan hadits, sementara yang membuat adalah orang yang sama, maka tidak ada perkiraan lin lagi selain Al-qur'an itu berasal dari Allah yang maha alim. kemudian selanjutnya kebenaran rosul dapat kita buktikan dengan memikirkan, manamungkin Al-qur'an yang kita yakini diptaan Allah, akan tersampaikan apabila tidak ada yang menyampaikannya. dengan demikian keberadaan rosul adalah suatu keharusan. Maka kerasulan Muhamad adalah benar.
ketiga pembuktian tersebut akan membawa kita terhadap pengimanan-pengimanan yang lain, karna selebihnya akan mudah kita temui dalam Al-qur'an maupun dalam al-hadits.
wallaua'lam...

Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements