04 April 2010

9 Cara Cepat Gagal

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
Dari:
Agil Siswo Heksanto
Kepada:
Anggota Motivasi Islami


Pesan:
9 CARA CEPAT GAGAL

1. Lamban Beradaptasi dengan Perubahan
Apa yang berubah ? informasi dan teknologi. Begitu cepat perubahan
informasi yang lalu lalang disekitar kita, lihatlah betapa banyak
surat kabar yang terbit setiap hari, persatuan waktu informasi
senantiasa berganti. Maka sangat pasti kegagalan kita adalah disaat
kita tidak memahami informasi yang berkembang saat ini. Mereka yang
sukses umumnya adalah mereka yang mampu memadukan berbagai informasi
dan menjadikannya data untuk perencanaan aksi di masa datang. Demikian
pula teknologi, era abad 21 telah banyak Negara mencanangkan untuk
mengembangkan IT (Information Technology) sebagai upaya memperpendek
waktu dan jarak dengan berbagai klien di berbagai kawasan dunia.
E-commerce dan e- learning menjadi salah satu contoh produk yang mulai
diminati berbagai kalangan saat ini. Dengan technologi waktu dan jarak
menjadi pendek namun memberikan keuntungan yang maximum. Contoh mudah
terkait dengan perkembangan teknologi adalah munculnya berbagai produk
digital yang mulai dipasarkan dengan kemampuan bervariasi dan harga
kompetitif. Sebuah lokasi perdagangan berbagai produk teknologi yang
kita kenal diantaranya Mangga Dua atau Glodok memberikan pelajaran
berarti tentang perkembangan berbagai produk digital ini. Kita bisa
lihat di setiap bulan senantiasa ada saja produk baru yang dipasarkan
dengan berbagai kualitas dan kemampuan. Tidak hanya informasi dan
teknologi, melainkan keterampilan dan masalah. Masalah berkembang
cepat, tanpa diimbangi dengan penemuan solusi, sehingga masalah lama
bertahan dan muncul masalah baru.

2. KALAH BERSAING
Era globalisasi merupakan era pembukaaan jalur-jalur lalulintas produk
dan tenaga untuk menerima dan mengirim apa yang dimiliki Negaranya ke
berbagai Negara di seluruh belahan dunia. Dengan kata yang sederhana,
dapat saja Negara Jepang mengirim tenaga ahlinya untuk meneliti,
mengeksplorasi dan memanfaatkan sumberdaya Negara Indonesia untuk
kepentingan Negara tersebut atau keduabelah pihak. Hal ini adalah
lumrah mengingat ada keuntungan yang diperoleh dari aktifitas
tersebut. Namun yang perlu kita cermati adalah era globalisasi
merupakan era persaingan yang begitu ketat antar berbagai Negara,
tidak hanya persaingan terjadi antara dua Negara melainkan banyak
Negara. Hendaknya menjadi acuan bagi siapa saja agar dapat suvive di
zaman seperti ini, segera mengupgrade diri pada sisi pengetahuan dan
keterampilan yang dimiliki, sebab jika tidak maka muncullah mental
pesuruh dinegaranya sendiri, dan hanya bisa melihat negaranya habis
digrogoti oleh orang-orag cerdas kiriman Negara lain. Kita akan gagal
jika tidak mampu bersaing dengan siapapun, dimanapun dan kapanpun.

3. Tidak Kreatif
Kreatifitas merupakan kemampuan seseorang dalam memecahkan berbagai
masalah, menemukan ide baru. Kreatifitas merupakan sebuah tindakan
mengoptimalkan fungsi otak. Namun kreatif bukan saja dalam bentuk ide
dan gagasan melainkan hasil karya dan manfaat yang berbeda dari
sebelumnya. Kreatifitas pada dasarnya merupakan karunia dari Allah SWT
kepada setiap manusia, yakni kemampuan mencipta (daya cipta) dan
berkreasi. Namun ternyata tidak semua orang mengoptimalkannya.
Kejenuhan, kebosanan adalah kewajaran bagi seseorang. Hal inilah yang
menuntut kita untuk kreatif menemukan model baru bagi produk kita,
rendahnya kemampuan kreatifitas kita berdampak rendahnya keuntungan
kita atau bahkan hilangnya pelanggan kita.

4. Tidak Cepat Meraih Peluang
Hikmah mengatakan, kesempatan datang hanya sekali, dan tak kan pernah
kembali untuk yang kedua kalinya. Kecepatan seseorang mengambil
peluang tak lepas dari kemampuannya mengoptimalkan seluruh potensi
yang allah berikan untuk kehidupan. Sejauhmana seseorang membuka kedua
telinga, mata dan hatinya, ditambah dengan kemampuannya untuk 'take
action' saat melihat sebuah kebaikan atau keuntungan baginya.
Terkadang keraguan menjadi penghalang besar bagi seseorang untuk
bertindak, atau lepasnya peluang kesempatan dikarenakan terlalu lama
berfikir sehingga lambat mengambil keputusan karena dukungan informasi
yang rendah.

5. No Action
Tindakan adalah buah dari keyakinan dan pemahaman. Banyak diantara
kita pandai memberikan ide dan gagasan tetapi berhenti pada tataran
imajenasi, sedangkan masyarakat akan mengetahui sejauhmana manfaat
yang ditimbulkan apabila ide dan gagasan berubah menjadi karya. Untuk
merubah ide menjadi karya tidak lain dengan bertindak, berbuat,
beraksi. Banyak orang mau kesuksesan, keuntungan, kebahagiaan dan
keberhasilan, tetapi mereka hanya mengkhayalkan semua itu. Takkan
berhasil seseorang meraih apa yangdiinginkan jika tak ada tindakan,
atau tindakan yang dilakukan tak ada perubahan, melakukan hal yang
sama tetapi menginginkan hasil berbeda'.impossible !

6. Malas
Sebuah kata yang terdiri dari lima huruf. Yang senantiasa menghinggapi
diri kita jika kita lemah semangat, rendah informasi dan tak memiliki
sahabat yang memiliki energy positif. Malas juga dikarenakan tek
memiliki orientasi tujuan yang jelas dalam setiap amal perbuatan.
Sangat mungkin seseorang malas karena rendahnya keyakinan dan
pemahaman seseorang akan dampak yang terjadi dikemudian hari.
Kemalasan juga didukung oleh rendahnya kemauan.

7. Tidak mampu membangun tim positif
Kita telah memahami bahwa semangat terkadang naik, suatu saat
mengalami penurunan. Bersifat fluktuatif, tidak stabil sangat
bertergantung pada lingkungan seseorang dimana dia berada. Hikmah
mengatakan, seseorang itu tergantung dari dengan siapa ia berteman,
maka jika ia berteman dengan penjual minyak wangi, ia ikut bau wangi,
dan jika seseorang berteman dengan perokok maka penyakitnya lebih
parah dari sang perokok. Ketidakmampuan seseorang membangun
pertemanan, persahabatan atau tim kerja dengan orang - orang bernilai
positif (dalam arti memiliki visi, pemahaman dan keyakinan yang sama)
maka sangat mungkin kita mudah terpengaruh melakukan hal positif pula.

8. Penyakitan
Penyakitan, hal ini terkait dengan rendahnya kualitas fisik seseorang.
Fisik kita bergantung dengan sejauhmana suplai makanan yang masuk
kedalam tubuh kita dan perawatan tubuh kita serta frekuensi latihan
bagi tubuh kita. Fisik kita juga bergantung sejauhmana kemampuan
mengatasi penyakit yang masuk kedalam diri kita. Seseorang hendaknya
memiliki fisik yang berkriteria sehat (jarang sakit), bugar (seluruh
organnya berfungsi dengan baik), kuat (mampu memikul beban), dan
lincah (mampu bergerak cepat). Penyakitan membuat seseorang sulit
bergerak, lamban. Akhirnya sedikit yang ia dapatkan.

9. Negative Thinking
Kecerdasan seseorang takkan membuahkan hasil terhadap peluang dan
kesempatan yang ada jika pikiran dan hatinya dipenuhi dengan buruk
sangka (negative thinking). Hal ini pula yang menyebabkan seseorang
ragu bertindak dan berbuat. Mereka yang negative thinking cenderung
mengatakan takut kalau?. Masa sih? ah nanti jadi. Banyak diantara kita
menyurutkan langkah dan berdiam diri dikarenakan pikiran kita yang
dipenuhi keragu-raguan akan peluang yang ada didepan kita. Banyak
kasus telah membuktikan seseorang tidak meraih apa yang diinginkan
karena keraguan yang dimilikinya. Semakin tinggi negative thinking
seseorang berbanding lurus dengan keraguan dan rendahnya tindakan yang
berdampak pada ketidakberhasilan.

Semoga Bermanfaat


Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements