21 April 2011

BUKAN BEGITU SEHARUSNYA, KAWAN!

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis

Saat beranjak dewasa, hal yang mungkin dirasakan oleh seseorang adalah sebuah perasaan tertarik terhadap lawan jenis. Bahkan -berdasarkan pengalaman- perasaan tersebut adalah hal dominan yang pertama kali muncul dalam diri setiap orang. Perasaan tertarik tehadap lawan jenis sudah muncul sejak bahkan ketika saya SD, dan perasaan itu membeludak ketika SMP.
Masalah yang serius datang saat aku merasakannya. Perasaan menjadi dag dig dug gak karuan, mau makan selalu kebayang, jadi suka ngehayal -membayangkan- suatu hari bisa hidup berdampingan dengan si dia... Cihuy! Berhayal memang selalu asyik sampai kita tersadar bahwa itu hanya ada di dalam benak kita. Pengalaman cinta paling suram baru aku rasakan saat aku masuk SMP dan berada di puncaknya ketika duduk di kelas VIII.
Ketika itu ada seorang gadis yang benar benar membuatku memalingkan wajah dari indahnya dunia. Saat itu aku benar-benar tertarik padanya. Tak perlu aku gambarkan secantik apa orangnya, yang jelas hal ini kurasakan karena belakangan dia seperti mencari perhatian dan aku selalu memperhatikannya. Dari situlah kisah cinta yang tak nyata mengenai aku pun dimulai. Sebetulnya sudah dari semenjak SD aku satu kelas dengannya, jadi sedikit banyak aku tahu kelakuannya, sifatnya -yang temperamental, dan agak tomboy-. 8 tahun menempuh pendidikan dasar, aku satu kelas dengannya. Tak kusadari dan tak pernah aku membayangkan kalau saat itu aku bisa tertarik padanya. Anak tomboy, cerewet, kasar. Siapa juga oarang yang tertarik pada perempuan seperti itu? Tapi cinta memang ajaib,benar-benar misterius! Aku tak tahu apa itu penyebab cinta? Saat itu aku selalu berfikir, "kenapa juga ada pasangan yang gak ngimbang, yang satu tampan atau cantik tapi pasangannya biasa saja -jika tak boleh ku katakan ancur-".
 Pada kenyataanya aku benar-benar tertarik padanya saat itu. Sampai-sampai sehabis shalat aku selalu berdoa agar kelak dia menjadi jodohku!! WAW!!! Umur ku masih 14 tahun dan aku sudah berdo'a seperti itu?? Jika mengingatnya, rasanya aku ingin menampar wajahku karena malu...
Tetapi, untungnya aku gak pernah memberanikan diri untuk mengungkapkannya. Jangankan untuk mengungkapkan 'cinta', berbicara dengannya pun sudah sangat memalukan. Pernah suatu ketika, aku yang sedang duduk di bangku tengah diam diam melihatnya. Dan tiba-tiba dia berbalik dan langsung melihatku yang berbeda barisan dengannya. terlihat ekspresi wajahnya yang juga terkejut.  Tak sengaja mata kami bertemu. 1 detik, tidak mungkin hanya 1/2 detik, tapi aku merasakan waktu berjalan lambat saat itu. Tentu saja, kelakuanku saat itu seperti maling yang tertangkap basah pemilik rumah. Suhu tubuhku langsung naik karena malu, aku langsung menunduk dan dia pun kembali memalingkan muka ke depan. Benar-benar memalukan, tapi dalam hati aku ingin bisa menikmati saat itu meski hanya sebentar.
Perasaan itu terus larut sampai akhirnya tak bisa ku tahan. Aku yang tak peduli dengan penampilan, mendadak menjadi 'lelaki tangguh' yang setiap saat ingin tampil menarik. Gel rambut, handbody, sabun muka, dan tentu saja 'parfum'. Setiap pergi sekolah, aku memakai parfum sebagai sesajen wajib. Bahkan orang tua ku sampai puyeng karna mencium parfum yang ku beli di depan market sekolah itu. Dunia ku dipenuhi rasa percaya diri. Saat itu kebetulan sedang jamannya 'Metamorfoself' yang di pelopori oleh "CLEAR". Yup, kurasa aku benar-benar sukses bermetamorfosis dari anak kucel ingusan, menjadi getleman!
FUIH... Semua itu demi cinta.
**********************************************************************************
 "Yang menarik adalah karena aku tidak pernah berani mengungkapkan perasaan tertarik itu aku menyadari satu hal yang penting banget. Dan hal itu bertambah kuat ketika seseorang yang tidak ku kenal mengajakku untuk melakukan perubahan di masyarakat."
**********************************************************************************

Pada dasarnya Allah memberikan manusia potensi alami. potensi itu adalah kebutuhan jasmani dan naluri. Kedua potensi ini melekat dalam diri manusia seperti melekatnya sifat membakar pada api, jadi tidak mungkin dipisahkan apalagi dihilangkan!
Karena itu penting untuk memahami, bagaimana cara pemuasan potensi ini.
Pertama, kita harus mampu membedakan antara kebutuhan jasmani dan naluri. Kebutuhan jasmani contohnya seperti makan, minum, BAB, BAK, bernafas, dll. Sedangkan Naluri terbagi menjadi 4 jenis naluri, ada naluri beragama (hasrat mengagungkan sesuatu), naluri mempertahankan diri (ketika kita dipukul, maka kita akan menghindar atau membalas memukul), naluri melestarikan jenis, dan***.
Kebutuhan Jasmani dan naluri tidaklah sama. Coba pikir kenapa ga sama!? Udah tahu jawabannya?? Hayo pikir! Yup betul, coba deh liat. Kebutuhan jasmani merupakan potensi yang berhubungan dengan hidup mati jika tidak terpenuhi, tapi naluri tidak berhubungan dengan hidup mati jika tidak terpenuhi. Kita pasti akan mati jika tidak makan dan minum. Tapi apakah kita akan mati karena kita tidak melakukan hubungan seks? Tentu tidak! Kaena itu pemenuhan kedua potensi ini pun berbeda! Yaitu bahwa segala jenis kebutuhan jasmani harus dipenuhi tetapi  tidak harus selalu dipenuhi untuk naluri*.

 Khusus untuk pemenuhan naluri ini, jika seandainya tidak terpenuhi maka masih bisa dialihkan dengan hal lain. Contoh ketika kita jatuh cinta, perasaan tu dapat kita alih kanpada sesuatu yang lain dan ketika teralihkan, jiwa kitapun akan terpuaskan dan menjadi tenang. Tetapi tidak lantas bahwa setiap pemuasan atau pengalihan naluri ini dapat mendatangkan ketenangan, kecuali pengan pemuasan yang benar, yaitu sesuai yang telah di atur dalam aturan Islam. misalnya untuk mengatur pemuasan naluri memlestarikan jenis, islam menawarkan solusi dengan menikah. Bukan dengan pacaran apalagi dengan kondom di liburan musim panas!
Dengan begitu pemuasan naluripun akan mendatangkan ketenangan hati. Beda halnya jika kita mengambil pemuasan tersebut dengan cara yang seenk udel, katakanlah dengan 'kondom di liburan musim panas'. Di negeri ini banyak generasi muda yang hancur karena itu. Mereka strees karenamemikirkan apa yang harus dilakukan setelah pemuasan naluri tersebut. Sehingga kasus aborsi dan AIDS pun tak terhindarkan. Lho, aneh bukan? Bukankah Allah menciptakan potensi -kebutuhan jasmanai dan naluri- itu sebagai hal yang dapat mendatangkan ketenangan? Tapi sekarang malah menimbulkan masalah?!
Itulah yang aku maksud, bahwa pemenuhan/pengalihan naluri akan mendatangkan ketenangan jiwa jika dan hanya jika dipenuhi dengan aturan Allah.

Jadi mulai sekarang mana yang akan kalian pilih utuk menyalurkan perasaan dag dig dug kalian?? Apakah akan seperti di gambar itu -beserta turunanya- atau memenuhinya dengan cara lain yang di syariatkan, MENIKAH. Wow tapi untuk teenagers kata kata itu pasti terdengar sangat horor, betul. Kalu begitu pilihan kalian hanya satu, yaitu dengan bersabar menanti saat itu tiba. Mengalihkan naluri itu dengan melakukan aktivitas yang berguna, apalagi jika kalian mengalihkan nalui itu dengan memperjuangkan kehidupan islam di masa datang, wah lebih bagus lagi itu!
Jya, akhirul kalam I have to say, sekian for this time and arigatoo! Hargai kehidupan kalian. Dan temukan apa tujuan hidup kita dan tempat seharusnya kita berada. [ryuuzaki]


Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements