22 April 2011

Heboh N11: "Brain Washing and Assault"

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
TV: "brain washing to assault"
BRAIN WASHING, atau istilah lokalnya cuci otak. Belakangan ini baik di layar kaca maupun di lembaran kertas harian, sedang mengangkat isu tentang ini. Dan yang menjadi bintang utama dalam kisruh brain wash ini adalah sebuah gerakan yang mengatasnama-kan gerakan islam -yang ingin mendirikan Negara Islam Indonesia-, Yup merekalah NII atau N11. Sebetulnya isu brain washing ini bukanlah yang pertama dan baru-baru ini. Sejak sekitar 5 tahun lalu kisruh mengenai brain washing ini sudah ada hanya mungkin tidak terlalu mem-booming seperti sekarang. Yang menjadi pertanyaan, mengapa baru diangkat sekarang -sampai menjadi pusat perhatian dan melupakan berbagai kasus heboh lainya, seperti mba Melinda Dee, Wikileaks, pembatasan subsidi, pembangunan gedung DPR, dll-? Apakah karena pergerakan brain wash ini baru menampakan diri ke 'pemukaan'? Tentu tidak!! Sejak dari dulu gerakan ini selalu aktif berkelana, merombak pemahaman orang-orang. Bahkan 5 tahun lalu saya mengenal seorang aktivis kampus yang pernah dikontak atau mungkin diculik -karena dia dipaksa ikut seorang anggota N11-, menurutnya alasan mengapa dirinya diajak karena sering memberikan tausiyah dan mengisi khutbah jum'at sehingga banyak melakukan aktivitas dakwah di tengah-tengah umat dan dianggap cukup kredibel untuk menyampaikan ajaran islam ala N11. Beda lagi dengan kesaksian dari seorang tokoh masyarakat yang beliau ternilai cukup mapan. Masih skitar 5 tahun lalu, beliau mengaku pernah diajak untuk mendirikan negara Islam Indonesia oelh seorang lelaki paruh baya yang mengaku sebagai dosen di sebuah Universitas di Bandung, Jawa Barat. Namun karena beliau cukup paham terhadap pemahaman agama, beliau pun menolak ajakan tersebut. Apalagi ketika diajak, beliau harus mengeluarkan uang iuran setiap bulannya, "untuk kas negara kelak" begitu katanya.


       Terlepas dari kisah di atas, apa yang ingin saya sampaikan adalah bahwa sesungguhnya gerakan NII atau N11 ini bukanlah kisruh yang baru terjadi sekarang. Saya tidak tertarik untuk membahas lebih lanjut seperti apa kondisi korban brain wash ini, atau bagaimana mereka bergerak. Yang ingin saya sampaikan di sini adalah pertanyaan, "Mengapa isu ini baru mem-booming sekarang? Yaitu ketika seruan untuk menerapkan Syariah Islam semakin meluas dan bergema hampir di seluruh pelosok negeri lebih luasnya dunia? Ketika umat mulai tersadar akan wajib dan pentingnya penerapan syariah islam? Mengapa dan mengapa?".
Memang benar jika peran media massa adalah memainkan opini, tapi tidakkah cukup mencurigakan ketika setiap kejadian menutupi kejadian sebelumnya, dan setiap kejadian membungkus tujuan-tujuan yang ganjil, yang tak jarang berujung pada meng-kambing hitam-kan suatu pihak terutama bagi mereka yang diangap 'mengancam konstitusi'?

Seperti halnya kasus skandal bank Century yang ditutup dengan kasus mafia pajak dan diangkatnya Sri Mulyani oleh World Bank, bagaimana penuntasan hukum tersebut? Ngambang! Masyarakat gak pernah tahu. Lalu ketika akan menyambut kedatangan Obama ke Indonesia November lalu, tiba-tiba saja Densus 88 menangkap orang-orang yang diduga ada kaitannya dengan Jamaah Islam Radikal! How funny but it sad! Bukankah setiap berita itu aneh, ganjil dan terkesan dipaksakan, timing-nya terlalu sempurna bukan? Sebagai muslim tentu saya tidak ingin Islam menjadi kambing hitam, namun apa yang saya tulis ini bukan berdasarkan ego semata! Melainkan semaksimal mungkin saya menggunakan seluruh kacamata yang saya pahami untuk menilai dan menempatkan masalah seobyektif mungkin.

       Nah terkait kisruh NII atau N11, yang mencurigakan adalah --lagi-lagi timing nya terlalu sempurna-- setelah DPR merancang RUU Intelijen. Seperti kasus-kasus sebelumnya, kisruh NII yang sekarang sedang diangkat benar benar gamblang dan tak tahu malu langsung dikaitkan mereka yang ingin menerapkan syariah islam dan mendirikan Khilafah Islam. Dari arus tuduhan tersebut, terlihat jelas bahwa media --dan orang-orang yang berkepentingan di balik panggung-- berusaha menanamkan opini dan pemahaman yang membuat masyarakat ragu dan takut kepadasiapa saja yang membicarakan Syariah dan Khilafah! Hal ini mungkin sudah teman-teman lihat dalam berita di TV One beberapa hari yang lalu, dalam tayangan tersebut topik pembahasan mereka menjurus kepada stigma (pencitraan buruk), "...Mereka (NII) itu ingin mendirikan Negara Islam Indonesia, dan menerapkan Syariah Islam...". Jelas sekali dalam pernyataan itu ada pihak yang ingin mengopinikan, "HATI-HATI KEPADA ORANG YANG BERBICARA SYARIAH DAN KHILAFAH!!!".  Sehingga masyarakat menjadi was-was dan lebih takut jika anaknya mengaji Islam daripada takut anaknya menjadi bajingan. Aneh bukan?! Yup, bagaimana pun semua iu telah terjadi dan mungkin akan menjadi lebih buruk lagi. Jika anda tidak pintar-pintar menilai berita, maka bersiaplah menjadi orang yang termakan opini.

       Saudaraku, Allah memberikan kita akal dan menjadikan kita makhluk yang paling sempurna dengannya. Akal kita dapat menimbang benar dan salah. Suatu kebenaran akan mampu memuaskan akal, sesuai dengan fitrah dan menentramkan hati, maka dari itu sebetulnya tidak ada alasan bagi kita untuk menjadi 'korban keganasan' opini yang dimainkan media massa. Karena kita memiliki akal yang takan bisa dibandingkan dengan teknologi buatan manusia, secanggih apapun itu. Yang kita butuhkan hanyalah satu, sikap obyektif. Kritis dalam menimbang permasalahan. RUU Intelijen yang sedang menjadi topik hangat DPR saat ini, merupakan sel awal bagi makar. Karena itu isu N11 ini menjadi moment penting yang akan terus dipelihara. Tujuannya agar masyarakat semakin takut jika anak-anak mereka mengkaji Islam dan terus mewaspadai orang-orang yang berbicara syariah serta penegakan khilafah.

       Karenanya, setelah kita mengetahui bahwa isu brain washing N11 dijadikkan alat stigma (penciteraan buruk) terhadap gerakan (harokah) islam yang benar-benar ingin menerapkan syariah Islam dengan cara non kekerasan. Apa yang akan kalian pilih? Menjadi pragmatis -termakan opini- dan menganggap semua gerakan islam seperti N11?  Atau menjadi kritis dan menetapkan langkah untuk membongkar makar (assault) orang-orang yang membenci syariah islam?? ITS UP TO US...[ryuuzaki-kun]


Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements