31 Desember 2011

Fwd: [Forum Silaturahmi dan diskusi kehidupan dalam pandangan Islam] MUHASABAH ( RENUNGAN DIRI )

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
---------- Forwarded message ----------
From: Abdul Aziz Ar-Ra'uuf <notification+zj4oyaca99y6@facebookmail.com>
Date: Thu, 24 Nov 2011 23:52:47 -0800
Subject: [Forum Silaturahmi dan diskusi kehidupan dalam pandangan
Islam] MUHASABAH ( RENUNGAN DIRI )
To: Forum Silaturahmi dan diskusi kehidupan dalam pandangan Islam
<141214829251049@groups.facebook.com>

Abdul Aziz Ar-Ra'uuf mengirimkan sesuatu di Forum Silaturahmi dan
diskusi kehidupan dalam pandangan Islam

MUHASABAH ( RENUNGAN DIRI )

Sebagai renungan untuk mengintrospeksi serta memperbaiki diri dalam
rangka berjalan menuju Allah SWT...:

1. Wahai tawanan dunia, budak nafsu, tempat segala dosa, gudang semua
kesalahan, ingat apa yang telah engkau lakukan, waspada dan takutlah
terhadap Tuhanmu yang mengetahui hatimu lalu ia tak memperdulikanmu.
Engkau akan diusir dari hadapan-Nya, dijauhkan dari sisi-Nya dan
dihalangi menemui para kekasih-Nya. Hingga engkau tidak mendapatkan
perhatian dan terkungkung oleh kerugian.

2. Wahai budak kejahatan, betapa sering engkau bermaksiat lalu
ditutupi, betapa banyak engkau merusak pintu larangan lalu diperbaiki,
betapa sering matamu digugah supaya takut dengan azab tapi tidak
pernah menetes, berkali-kali dimohonkan padamu untuk menjalin hubungan
dengan melakukan keta'atan tapi engkau lari dan menjauh, berapa banyak
nikmat yang dilimpahkan padamu tapi engkau tidak mensyukuri, engkau
telah ditipu oleh dunia dan godaan nafsu sedang engkau tidak mendengar
dan tidak melihat. Allah tundukkan alam kepadamu tapi kau malah
ingkar. Dan engkau meminta menetap di dunia padahal dunia hanyalah
jembatan bagi mereka yang lewat.

3. Saudaraku, sampai kapankah kamu menunda-nunda amalan? Sampai
kapankah kamu menambahkan impian? Sampai kapankah kamu terperdaya oleh
kesempatan yang diberikan? Dan sampai kapankah kamu tidak mengingat
datangnya kematian ? Semua hasil usaha kamu hanyalah untuk tanah, apa
yang dibangun semua akan hancur, segala yang kamu kumpulkan akan
pergi, dan seluruh amalan kamu tertulis dalam satu kitab yang
disiapkan untuk hari perhitungan.

4. Saudaraku, berapa harikah yang telah engkau habiskan untuk
mengulang-ulangi kata "nanti", betapa banyak waktu yang kau sia-siakan
dengan melalaikan kewajibanmu, dan betapa banyak telinga yang sempurna
pendengarannya tapi tidak dapat digetarkan oleh peringatan dan
ancaman.

5. Saudaraku, tidak ada yang menukar keabadian dengan kefanaan kecuali
akan merugi. Sahabat ketakwaan adalah sahabat yang jujur dan sahabat
kemaksiatan adalah sahabat yang khianat. Mahar untuk akhirat sangat
kecil, cukup hati yang ikhlas, dan lidah yang selalu berzikir.

6. Wahai sang tawanan dalam cengkraman kelengahan, wahai yang
menggelepar karena mabuk oleh umur yang diberikan, wahai pengingkar
janji, perhatikanlah dengan siapa engkau telah mengikat perjanjian di
zaman azali (alam ruh), sebagian besar umur telah berlalu, sedang
engkau selalu mencari-cari alasan. Wahai orang yang diseru untuk
keselamatannya tapi ia lamban menanggapinya. Mengapa engkau lengah,
sedangkan maut telah mendekat, seakan-akan engkau meremehkan air mata
yang mengalir disaat kematian.

7. Wahai saudaraku, waspadalah terhadap kelalaian, karena tidurnya
orang-orang yang lalai adalah sangat lelap, singsingkanlah lengan
bajumu demi akhirat, karena dunia hanyalah tempat persinggahan, dan
dalam melaluinya kita dibebani kewajiban.

8. Saudaraku, dunia adalah racun pembunuh, sedangkan jiwa lengah
terhadap tipuannya. Betapa banyak pandangan yang mendatangkan
kenikmatan di dunia sedangkan akibatnya demikian pahit dirasakan di
akhirat. Wahai anak cucu Adam, hatimu sangat lemah, akalmu sangat
picik, padahal matamu demikian liar, lidahmu memetik dosa dan ragamu
bersusah payah mengumpulkan sesuatu yang akan binasa. Berapa banyak
pandangan yang dianggap remeh telah menjadikan kaki terpeleset dari
kebenaran.

9. Saudaraku, jika Tuhanmu mengusirmu dari hadapan-Nya, maka kemanakah
engkau akan kembali dan jalan manakah yang akan engkau tempuh, serta
arah mana yang akan engkau tuju? Berbaktilah kepada Tuhanmu.
Mudah-mudahan hal itu akan membuahkan hasil bagimu untuk kembali.

10. Saudaraku, perjalanan itu telah ditetapkan untuk kita. Tahun-tahun
yang dilalui adalah tempat-tempat persinggahan, bulan-bulan adalah
fase-fasenya, hari-hari adalah jaraknya, dan napas adalah
langkah-langkahnya, maksiat sebagai penyamun, keberuntungan adalah
surga dan kerugian adalah neraka. Kita diciptakan melalui enam masa
perjalanan sebelum mencapai tempat kedamaian. Pertama, perjalanan dari
tanah menuju air mani. Kedua, dari tulang sulbi menuju rahim. Ketiga,
dari rahim ke atas dunia. Keempat, dari permukaan bumi ke liang kubur.
Kelima, dari kubur ke tempat hisab (perhitungan). Keenam, perjalanan
dari tempat hisab menuju ke tempat tinggal abadi (neraka atau surga).
Saat ini kita telah menyelesaikan setengah perjalanan namun yang
tersisa jauh lebih sulit dibanding perjalanan sebelumnya.

11. Wahai yang bila ditimpa kesulitan menjadi kalap, serahkan
pengaturan hidupmu pada-Nya, niscaya engkau akan tenang. Engkau
senantiasa mengeluh dan mengaduh sedangkan engkau sebelumnya telah
melupakan pekerjaan yang besar. Jika engkau kembali pada-Nya dengan
sepenuh hati, akan dipercepat untukmu jalan keluar dari masalah yang
engkau hadapi.

12. Saudaraku, waspadalah terhadap dunia, sesungguhnya rantai
kehidupan di dunia akan berakhir, dan cukuplah bagimu sesuap nasi di
dunia ini, dan ketahuilah bahwa engkau akan mati.

13. Wahai orang-orang yang bertaubat, marilah kita menangisi segala
dosa, ini adalah tempat menumpahkan segala kesedihan, marilah kita
mencurahkan air mata dan mengadukan derita karena diabaikan. Semoga
masa-masa kemesraan akan kembali seperti sedia kala. Wahai orang-orang
yang tersesat di lembah kelalaian, wahai orang-orang yang kebingungan
di lembah larangan, siangmu mencari dunia dan malammu dibuai mimpi,
ini adalah kerugian yang nyata jika masa muda telah pergi sedang anda
belum mendapat keuntungan maka masa tua akan lebih menderita kerugian.
Impianmu demikian panjang padahal mungkin telah disiapkan bagimu kain
kafan.

14. Berdirilah di tepi pertaubatan, karena luatan kemaksiatan adalah
taufan. Engkau biarkan tunas muda hingga layu oleh maksiat pada sang
Pengasih. Dan setelah masa tua menjelang, engkau menyesali apa yang
telah engkau lakukan. Jika engkau tidak didampingi taufiq-Nya maka
engkau akan berada di lingkaran mereka yang tak mendapat kebaikan.

15. Wahai orang yang umurnya semakin melaju, masa yang telah berlalu
tidak akan kembali kepadamu, peringatan demi peringatan telah
memperdengarkan nasehat dan petunjuknya kepadamu, ubanpun telah
mengabarkan bahwa engkau sedang menuju kematian dan akan diratapi
orang. Inilah saatnya untuk kembali kepada Allah SWT, beristighfarlah
(memohon ampunlah) dan angkatlah diri dari lembah dosa dan kenistaan.
" Barangsiapa yang telah berusia empat puluh tahun sedang kebaikannya
belum mengalahkan keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap untuk
masuk neraka ".

Untuk mengomentari kiriman ini, balas email ini atau kunjungi:


http://www.facebook.com/n/?groups%2F141214829251049%2F287221211317076%2F&mid=539467dG5af359d9d0e0Ga176cfG96&bcode=UtOS9FHC&n_m=islammus%40gmail.com

=======================================
Balas email ini untuk menambahkan komentar. Ubah pengaturan pemberitahuan:
http://www.facebook.com/n/?groups%2F141214829251049%2F&view=notifications&mid=539467dG5af359d9d0e0Ga176cfG96&bcode=UtOS9FHC&n_m=islammus%40gmail.com


Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements