31 Desember 2011

Fwd: [Forum Silaturahmi dan diskusi kehidupan dalam pandangan Islam] Siapapun kita..

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
---------- Forwarded message ----------
From: Abdul Aziz Ar-Ra'uuf <notification+zj4oyaca99y6@facebookmail.com>
Date: Wed, 23 Nov 2011 20:38:14 -0800
Subject: [Forum Silaturahmi dan diskusi kehidupan dalam pandangan
Islam] Siapapun kita..
To: Forum Silaturahmi dan diskusi kehidupan dalam pandangan Islam
<141214829251049@groups.facebook.com>

Abdul Aziz Ar-Ra'uuf mengirimkan sesuatu di Forum Silaturahmi dan
diskusi kehidupan dalam pandangan Islam

Siapapun kita..

Ketika kita sudah sukses,Ketika kita sudah berhasil
Tanpa kita sadari
Kita terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan kita
Kita terlalu sibuk dengan dunia kita
Hingga orangtua kita merasa
Ia jarang diperhatikan
Ia sebenarnya memendam rindu saudaraku..

Tidakkah engkau sadar..
Terkadang ia tak berterus terang bahwa ia merindukanmu
Tidakkah engkau dengar suaranya ketika ditelpon..

"kapan engkau pulang nduk?"

Ada kerinduan yang tertahan..
Ada rasa cinta yang mendalam..

Jangan Saudaraku.. Jangan..
Jangan lagi kita Kecewakan mereka..
Dan membiarkan orangtua kita menangis dalam ketersendirian..
Tanpa ada yang menemani dan Dikunjungi hanya setahun sekali..
Itupun hanya sebentar..
Jangan biarkan hubungan kita dan orangtua kita Hambar bertemu hanya basa-basi..
Tak ada rohtak ada ikatan bathin..
Jangan sampai ada keluhan yang disampaikan orangtua yang seperti ini..

Anakku…
telah bungkuk pula punggungku…
bergemetar tanganku…
badanku telah pula dimakan oleh usia…
tubuhku telah pula digerogoti oleh penyakit..
Berdirinyapun seharusnya dipapah…
duduknyapun seharusnya dibopong…
akan tetapi walaupun begitu cintaku kepadamu masih seperti dulu.
Masih seperti lautan yang tidak pernah kering…masih seperti angin yang
tidak pernah berhenti..

sekiranya engkau dimuliakan satu hari saja oleh seseorang..
tentu engkau akan membalas kebaikannya dengan kebaikan.
Akan tetapi ibumu ayahmu..yang telah berbuat banyak kepadamu..
yang telah berlarut..berletih-letih kepadamu…
mana balas budimu…???

wahai anakku…
mana balasan darimu…
sampai begitu keraskah hatimu setelah berlalunya hari..!!!
setelah berselangnya waktu…??!!!
setelah engkau meninggalkan ibumu di sudut rumah yang sepi dan hening ini…??!!!
Engkau jarang mengunjungi kami.
Engkau baik kepada orang lain,tapi lupa kepada kami..
Engkau sering menganggap sepele urusan kami..
Yang kami pinta di hari-hari akhir kami kelak hanya untuk melihat wajahmu.
Kami tidak menginginkan yang lain..
Kami tidak menginginkan hartamu yang banyak, tidak menginginkan
kebesaranmu yang luas…
Kami tidak menginginkan tahtamu yang tinggi..
Yang kami inginkan hanyalah wajahmu di hadapan kami..

Wahai anakku…inilah pintu surga.
Maka titilah…
pergilah menuju sana..
lewatilah jalannya dengan senyuman yang manis. Kumaafkan dan balas
budi yang baik.
Semoga aku dan denganmu nanti bertemu disana dengan kasih sayang Allah…
sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasallam:

" Orangtua adalah pintu jannah yang paling tengah, terserah kamu,
hendak kamu terlantarkan ia, atau kamu hendak menjaganya." (HR Tirmidzi).

( Al-Qadhi berkata, " Maksud pintu jannah yang paling tengah adalah
pintu yang paling bagus dan paling tinggi. Dengan kata lain,
sebaik-baik sarana yang bisa mengantarkan seseorang ke dalam jannah
dan meraih derajat yang tinggi adalah dengan mentaati orangtua dan
menjaganya)

Dari Abdullah bin Mas'ud katanya: 'Aku bertanya kepada Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam tentang amal-amal paling utama dan
dicintai Allah,' Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, 'Pertama
shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal
waktu), kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan
Allah.'" (HR. Bukhari I/134, Muslim No.85):"

Wahai Anakku..aku adalah pahalamu…
aku adalah ganjarannya yang akan engkau pandu tanpa harus engkau
memerdekakan budak..
tanpa engkau harus banyak-banyak berinfak…tanpa engkau harus
banyak-banyak beramal…
cukup engkau bahagiakanku.

Akan tetapi yang kami takutkan adalah sabda Rasulullah
Shallallaahu'alaihiwasallam
"Sungguh celaka... sungguh celaka... sungguh celaka..", lalu
dikatakan, "Siapakah itu wahai Rasulullah?"

Beliau bersabda, "Yakni orang yang mendapatkan salah satu orangtuanya,
atau kedua orangtuanya berusia lanjut, namun ia tidak masuk surga." (HR Muslim)

Astaghfirullah hal adzim..
Astaghfirullah hal adzim.

Ya Allah, mudahkan kami untuk terus berbakti pada ibu bapak kami, di
masa tua mereka. Sayangilah mereka sebagai mana mereka telah
menyayangi kami di waktu kecil.

Untuk mengomentari kiriman ini, balas email ini atau kunjungi:


http://www.facebook.com/n/?groups%2F141214829251049%2F286580754714455%2F&mid=537c763G5af359d9d0e0Ga176cfG96&bcode=UtOS9FHC&n_m=islammus%40gmail.com

=======================================
Balas email ini untuk menambahkan komentar. Ubah pengaturan pemberitahuan:
http://www.facebook.com/n/?groups%2F141214829251049%2F&view=notifications&mid=537c763G5af359d9d0e0Ga176cfG96&bcode=UtOS9FHC&n_m=islammus%40gmail.com


Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements