23 Maret 2011

Ratapan Sang Diktator

Do you want to share?

Jual Secara Online - Ongkos Kirim Gratis

Aksesoris Jilbab ---- Jilbab ---- Blouse Muslim ---- Baju Anak Muslim ---- Gamis
Tidak diragukan lagi, kini kekuasaan bengis penguasa tiran Muammar Gaddafi akan segera berakhir. Kejahatannya membunuh aktivis muslim yang secara ikhlas memperjuangkan perubahan yang hak itu tidak dibiarkan begitu saja di sisi Allah. Penguasa tiran ini sedang dalam kondisi kontradiksi dan kacau secara permanen. Ia berkata kepada surat kabar Italia “Il  Giornale” bahwa “Ia sedang memasuki sebuah peperangan melawan al-Qaeda. Dan ia akan meninggalkan koalisi internasional dalam melawan terorisme jika Barat memperlakukannya secara negatif, seperti yang terjadi pada mantan presiden Irak Saddam Hussein. Bahkan sebaliknya, ia akan bersekutu dengan al-Qaeda menyatakan Jihad, dan mengecam teman baiknya Perdana Menteri Italia, Berlusconi.” (http://hizbut-tahrir.or.id/)
Yah, aku pikir saat ini dia sedang dalam Tremendous Preassure, yang mungkin akan membuatnya gila (bahkan untuk orang gila akut selevel dia).

Kelakuan Brutal Tidak Membuatnya Berpikir

Lagi dan lagi, aku heran mengapa para penguasa tiran itu tidak mampu melihat kenyataan bahwa mereka hanya diperlakukan sebagai budak oleh Barat. Padahal jika menelaah sedikit fakta saja, kita bisa ambil pelajaran dari peristiwa tumbangnya Shadam Husain di Iraq, Soeharto di Indonesia, Ben Ali di Tunisia &  Mubarak di Mesir semua nya itu menjadi bukti jelas yang sangat nyata dan sangat layak dijadikan pelajaran!
Bukankah mereka hanya diperlakukan sebagai hamba sahaya barat yang dengan brutal menjadi benteng pengaman kepentingan mereka (Barat) di dunia Muslim... Hingga kini, mereka ibarat Anjing Herder yang dengan setia menunggu perintah dari Tuan-nya dan diberi makanan berupa penghargaan jika melakukan hal yang diperintahkan.
Yang lucu adalah bahwa dalam kasus Gaddafi ini, ada hal yang tidak pernah terjadi kepada Diktator sebelumnya...
Dengan dungu dia bertanya, “Apa yang telah saya lakukan yang mengecewakan mereka?!" Ia mengatakan bahwa “Dirinya tidak dipercaya lagi oleh Barat, perusahaan-perusahaan Barat, dan para duta besar negara-negara mereka.” Bahkan ia mengatakan bahwa “Mereka semua terlibat dalam konspirasi untuk melenyapkan dirinya.”. "-_-"

Apa gunanya dia mengungkapkan pernyataan yang menyedihkan begitu?! Ungkapan di atas tak ubahnya seperti ungkapan seorang budak yang hendak dijual majikannya, kemudian dia berkata "Apakah pelayanan saya kurang memuaskan Tuan?".
Well, jangan-jangan selama ini dia memang menyadari bahwa dirinya diperlakukan sebagai budak oleh barat, namun karena sudah terlanjur 'cinta' pada tuannya, Who knows? Dia lebih memilih untuk mengkhianati Allah, Rasul dan saudara-saudaranya... --mmmh,, najis dah gua aku dia sodara--
Seperti anjing, kalau kita cermati... Sebuas apapun anjing itu, tapi jika kemudian dibuang oleh pemiliknya, maka Anjing itu pun akan memelas meminta belas kasihan agar dirinya tidak dibuang. Seperti itulah Gaddafi.
Setelah merasa bahwa dirinya melakukan berbagai perintah Barat, dia merasa layak untuk bertanya "mengapa saya dicampakkan", padahal menurut adat Jahiliyah: seorang hamba sahaya/ budak tidak layak mempertanyakan, "mengapa dirinya diperlakukan begini,... begitu,...". Maka, aku hanya akan berkesimpulan bahwa tindakan menyedihkan Gaddafi ini lebih Jahiliyah daripada zaman Jahiliyah itu sendiri.

Haruskah Gaddafi di Eksekusi Mati?

Mmph... kupikir bagian ini pun tidak bisa di lewatkan... sebetulnya gampang saja ketika sang Diktator UWEEDDAAAN ini lengser, kemungkinannya bisa 2...
[Pertama] Berakhir seperti Shaddam Husein, dengan eksekusi mati.
[keDua] Berakhir seperti rezim diktator pada umumnya, yak bisa dibilang cuma lengser dan hidup bebas*.

Tapi melihat kondisi kejiwaanya saat ini aku mulai berpikir, mungkin dia akan bunuh diri... begini kira" image ku tentang Moammer Gaddafi setelah ia 'pensiun': Setelah merasa dibuang, orang semacam ini bakalan strees berat, akan banyak dikecam, menjadi orang yang paling dibenci di Libya, terus gila, dan mungkin akan memutuskan untuk bunuh diri di dalam sebuah penjara bau yang gelap...

Nah, jadi yang manakah sekiranya yang akan terjadi??! Kita tunggu saja episode "Ratapan Sang Diktator" selanjutnya... Wallahu'alam

catatan: sebebas-bebasnya mantan diktator, ya kehinaan...

Rendang Padang Pariaman
YOU MIGHT ALSO LIKE

4 komentar:

Anonymous mengatakan...

lalu kenapa seorang "diktator" seperti Saddam Husein bisa mengucapkan untaian kata yang hanya bisa diucapkan oleh seorang muslim sejati pada akhir hayatnya " la ilaha illa allah ", bahkan kita sekalipun belum tentu bisa mengucapkannya pada akhir hayat kita, Wallahu a'lam

ryuuzaki-kun mengatakan...

tentu bisa, meski diktator.. Saddam masih muslim..
tapi yang menjadi subjek masalah kita di sini adalah, Bahwa barat sesungguhnya tidak akan menjadikan muslim sebagai mitra abadi.. jika dia sudah tidak dibutuhkan, maka barat tidak akan segan untuk mencampakkannya, bahkan untuk memmbunuhnya... seperti itulah kasus yang terjadi pada Saddam Husein,
Maka bukan hal yang mustahil bagi Qaddafi untuk diberi 'hadiah' yang sama --yg dirancang persis seperti kematian Saddam--, Wallahu'alam

Anonymous mengatakan...

anda tau darimana?
apakah anda melihat dengan matakepala sendiri, seperti matahari terbit dan terbenam?
jika jawabannya tidak, maka sebaiknya kita koreksi diri kita sendiri dan memohon kepada Allah untuk menyelamatkan iman kita di akhir hayat

Anonymous mengatakan...

Jika Kita melihat seperti matahari terbit dan terbenam maka barulah bisa kita bersaksi, tidak sepantasnya kita menghujat yang tidak pernah kita ketahui, alangkah baiknya kalau kita koreksi diri kita sendiri dan memohon kepada Allah agar diselamatkan iman kita ketika nyawa meninggalkan badan.

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements